Direktur Bina Potensi BASARNAS: Harus Ada Kesamaan Pola Pikir dan Tindak dalam Pelayanan Jasa SAR


Banyuwangi – Pelayanan jasa Pencarian dan Pertolongan (SAR) harus didasari dengan kesamaan pola pikir dan pola tindak agar dapat berjalan dengan optimal. Hal ini diungkapkan Direktur Bina Potensi BASARNAS, Marsekal Pertama TNI Faturakhman Indrajaya, S.E., M.M., saat membuka pelatihan Potensi SAR Jawa Timur di kabupaten Banyuwangi.

Dirbinpot BASARNAS juga mengungkapkan, dalam pelayanan jasa SAR juga harus dilaksanakan secara profesional dan militan, serta harus ada sinergi yang baik antara BASARNAS dengan segenap potensi SAR. Hal ini dimaksudkan agar terwujud pelayanan jasa SAR yang cepat dan tepat, namun terselenggara dengan handal dan aman.

Selain dihadiri Kepala Seksi Sumber Daya Kantor SAR Surabaya, acara pembukaan Pelatihan Potensi SAR yang dilaksanakan di aula Balai Diklat PNS kabupaten Banyuwangi ini juga dihadiri jajaran Forkompimda kabupaten Banyuwangi, diantaranya Dandim 0825, Kasatpolair Banyuwangi, Kalaksa BPBD Banyuwangi, dan Kepala BKD Banyuwangi.

Pelatihan Potensi SAR ini menjadi dua kegiatan, yaitu Pelatihan pertolongan korban kecelakaan di daerah air (water rescue) dan pertolongan korban kecelakaan di daerah tinggi (High Angle Rescue Technique / HART).

Ada sebanyak 90 orang peserta yang mengikuti pelatihan potensi SAR ini. Mereka berasal dari sejumlah instansi dan organisasi Potensi SAR di sekitar kabupaten Banyuwangi, diantaranya dari unsur TNI - Polri, BPBD, TAGANA, BSI rescue, Selam, Brandal Alas, SAR OPA Jember, SAR Rimba Laut, RAPI dan ORARI.

Pembekalan materi water rescue dan HART dari tim instruktur Kantor SAR Surabaya dilaksanakan di aula Balai DIklat PNS kabupaten Banyuwangi. Sedangkan untuk praktek lapangan akan dilaksanakn di menara panjat GOR dan area tebing Kalipuro untuk pelatihan HART, serta kolam renang GOR dan pantai Boom untuk pelatihan water rescue.

Di akhir arahannya, Dirbinpot BASARNAS berpesan kepada para peserta agar bersungguh-sungguh mengikuti proses pelatihan hingga selesai, baik materi maupun praktek. Selain itu, Dirbinpot juga menekankan agar memperhatikan faktor keselamatan dan menghindari sikap percaya diri berlebihan saat berlatih di lingkungan yang beresiko tinggi. (Lib)



Kategori Berita Kansar , General Artikel .
Pengunggah : surabaya
3 September 11:45 WIB