<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://pangkalpinang.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://pangkalpinang.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 03:00:04 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN BERHASIL TEMUKAN KORBAN DITERKAM BUAYA DI SUNGAI BATURUSA]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-berhasil-temukan-korban-diterkam-buaya-di-sungai-baturusa</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &ndash; Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Radit, korban yang dilaporkan hilang akibat diterkam buaya di aliran Sungai Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, akhirnya membuahkan hasil. Pada Senin (20/7/2026) pagi, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh korban berhasil ditemukan pada pukul 10.55 WIB pada radius sekitar 2 Kilometer dari lokasi kejadian awal (Last Known Position / LKP). Proses penemuan korban berlangsung dramatis. Sejak dimulainya operasi penyisiran pada pagi hari, Tim SAR Gabungan di lapangan sempat beberapa kali melihat predator buas tersebut muncul ke permukaan air. Saat terpantau oleh tim, buaya tersebut masih menggigit tubuh korban di mulutnya, sebelum akhirnya kembali menyelam dan menghilang ke dasar sungai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak menyerah, Tim SAR Gabungan terus mempersempit area pencarian dan melakukan penyisiran secara intensif di sekitar lokasi kemunculan buaya.</p>
<p style="text-align: justify;">"Upaya penyisiran yang terus dilakukan oleh tim akhirnya membuahkan hasil. Predator buas tersebut akhirnya melepaskan gigitannya, dan tubuh korban ditemukan mengapung di permukaan air, tidak jauh dari posisi perahu karet (rubberboat) milik Basarnas yang sedang melakukan penyisiran," ungkap Supani.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengetahui hal tersebut, personel Tim SAR Gabungan yang berada di rubberboat bergerak cepat dan sigap untuk mengevakuasi tubuh korban dan memasukannya ke dalam kantong jenazah. Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa menuju Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Bangka Belitung untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan telah ditemukannya korban, maka Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) di aliran Sungai Baturusa ini secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup."Kami mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban. Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat, meliputi Polairud, BPBD, Aparat Desa setempat, serta masyarakat yang telah bahu-membahu bersama Rescuer Basarnas dalam operasi kemanusiaan ini," tutupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13210</guid>
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 01:42:28 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[DITERKAM BUAYA SAAT PINDAHKAN PONTON DI SUNGAI BATURUSA, TIM SAR LAKUKAN PENCARIAN]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/diterkam-buaya-saat-pindahkan-ponton-di-sungai-baturusa-tim-sar-lakukan-pencarian</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang merespons cepat laporan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) terkait hilangnya seorang warga yang diduga kuat diterkam buaya di aliran Sungai Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, pada Senin (20/7/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">​Korban diketahui bernama Radit, seorang pria yang berdomisili di Desa Tempilang. Kejadian nahas tersebut bermula pada Minggu malam (19/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan kronologi yang didapatkan, korban saat itu sedang melakukan aktivitas pemindahan ponton rajuk tower milik seorang warga di aliran sungai tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">​Rekan korban, Jaka, yang saat itu berada di sekitar lokasi menuturkan bahwa Radit tiba-tiba menghilang. Ia hanya mendengar suara riakan air yang keras dari arah sungai. Setelah berupaya melakukan pencarian secara mandiri dan korban tak kunjung ditemukan, kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat dan dilanjutkan ke Basarnas untuk meminta bantuan SAR.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang langsung memberangkatkan satu Tim Rescue dari Kansar Pangkalpinang menuju Last Known Position (LKP) atau lokasi kejadian untuk segera melaksanakan operasi pencarian.</p>
<p style="text-align: justify;">​Operasi SAR ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Tim SAR Gabungan. Adapun personel yang terlibat di lapangan terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, personel Polairud, personel BPBD, aparat desa setempat, serta dibantu oleh beberapa masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Dantim Basarnas, Supani menjelaskan "Pagi hari ini kita melakukan upaya pencarian terhadap 1 orang pekerja tambang yang semalam hilang diterkam buaya di aliran sungai baturusa saat melakukan aktivitas. Upaya pencarian hari ini kita menurukan 1 buah rubber boat di bantu potensi SAR dan masyarakat juga untuk melakukan penyisiran di sekitaran LKP dan sepanjang sungai. Semoga upaya pencarian dapat dengan segera membuahkan hasil" jelas Supani.</p>
<p style="text-align: justify;"><br>​Basarnas mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, khususnya yang rawan akan kehadiran hewan buas, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13209</guid>
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 01:42:29 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN LAKUKAN MEDEVAC TERHADAP ABK KAPAL TANKER MT ALEJANDRO DI ALUR PELAYARAN PANGKALBALAM.]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-lakukan-medevac-terhadap-abk-kapal-tanker-mt-alejandro-di-alur-pelayaran-pangkalbalam</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG, 14 JULI 2026 &ndash; Kantor pencarian dan pertolongan pangkalpinang menerima informasi permintaan medis evakuasi dari salah satu Abk kapal Tanker MT Alejandro yang berada di alur pelayaran pelabuhan pangkalbalam.</p>
<p style="text-align: justify;">​Korban bernama Syahrul Achmad, pemuda berusia 22 tahun, dilaporkan mengalami nyeri dada sebelah kanan disertai sesak napas yang parah saat kapal sedang berada di area on board alur pelayaran.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa informasi mengenai kondisi darurat medis (Medevac) ini pertama kali diterima oleh Kansar Pangkalpinang pada pukul 15.33 WIB dari Hamdan, perwakilan agen kapal MT Alejandro.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Berdasarkan laporan kronologi awal, kapal tanker MT Alejandro sedianya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Uban pada tanggal 8 Juli 2026 dan dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam pada Selasa sore pukul 18.30 WIB. Namun, akibat kondisi air laut yang sedang surut, kapal tertahan dan tidak dapat memasuki alur pelayaran. Di saat bersamaan, salah satu ABK mengalami sesak napas akut sehingga rekan korban segera menghubungi pihak kami untuk meminta bantuan SAR," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Merespons laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang langsung menggerakkan Tim Rescue pada pukul 15.51 WIB menuju Pelabuhan Pangkalbalam. Setibanya di sana, tim penyelamat langsung berkoordinasi dan bergerak bersama unsur gabungan dari Ditpolairud Polda Babel, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Pangkalpinang, dan KSOP Pangkalbalam menggunakan KP 3001 Satam milik Ditpolairud.</p>
<p style="text-align: justify;">​Meskipun dihadapkan dengan kondisi cuaca berawan serta hembusan angin tenggara berkecepatan 13 knots dan tinggi gelombang mencapai 0,7 meter, Tim SAR Gabungan berhasil merapat di lambung kapal MT Alejandro pada pukul 17.46 WIB. Tim medis dari BKK Pangkalpinang langsung melakukan pemeriksaan awal di atas kapal guna memastikan kondisi korban stabil sebelum dipindahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">​Proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar. Pada pukul 18.14 WIB, korban berhasil dipindahkan ke kapal rescue dan dibawa menuju Dermaga Polairud. Tim SAR Gabungan tiba di pelabuhan pada pukul 18.51 WIB, di mana mobil ambulans telah bersiap untuk langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang demi mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">​Setelah seluruh proses evakuasi dipastikan selesai dan korban telah ditangani pihak rumah sakit, unsur SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 19.02 WIB. Operasi SAR Medevac ini secara resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh personel serta alut yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">​Keberhasilan operasi penyelamatan yang cepat dan responsif ini didukung oleh sinergi yang solid dari berbagai unsur yang terlibat, antara lain 4 personel Rescue Kansar Pangkalpinang, 4 personel Ditpolairud Polda Babel, 4 personel BKK Pangkalpinang, 2 personel KSOP Pangkalbalam, serta 1 orang agen kapal. Operasi ini ditunjang dengan pemanfaatan teknologi komunikasi satelit Starlink untuk memastikan koordinasi tanpa hambatan di laut.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13208</guid>
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 01:42:30 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Jalur Pelabuhan Tertutup Kapal Kandas, Tim SAR Evakuasi 253 Penumpang KM Sewindu di Pangkalbalam]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/jalur-pelabuhan-tertutup-kapal-kandas-tim-sar-evakuasi-253-penumpang-km-sewindu-di-pangkalbalam</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima laporan darurat terhadap &nbsp;Kapal Motor (KM) Sewindu yang mengangkut 253 penumpang &nbsp;yang mengalami trouble di Alur Pelayaran Pangkalbalam pada Senin (13/7/2026).&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Insiden ini bermula saat KM Sewindu yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam pada Senin sore. Namun, alur pelayaran di sekitar Toren Gosong dilaporkan tidak bisa dilalui. Hal ini disebabkan oleh Kapal Alken Pesat yang mengalami kandas di jalur tersebut setelah dihantam cuaca buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat terblokirnya alur pelayaran, KM Sewindu tidak dapat merapat ke dermaga. Menyadari persediaan logistik makanan di atas kapal telah habis, Nakhoda KM Sewindu, Fajrul A, memutuskan untuk meminta bantuan evakuasi penumpang ke darat. Laporan tersebut diterima oleh Kansar Pangkalpinang pada pukul 12.11 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons kondisi darurat tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel, KSOP Pangkalbalam, dan Pelindo langsung dikerahkan. Menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Karna, tim bergerak cepat dari Pelabuhan Pangkalbalam menuju lokasi kejadian (Last Known Position/LKP).</p>
<p style="text-align: justify;">Proses evakuasi dari KM Sewindu ke atas KN SAR Karna berlangsung kondusif dan dinyatakan selesai pada pukul 15.05 WIB. Selanjutnya, tim bergerak membawa para korban kembali ke Pelabuhan Pangkalbalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat pada pukul 15.44 WIB, seluruh penumpang berhasil didaratkan di dermaga. Dari total 253 penumpang, 252 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga serta otoritas setempat. Sementara itu, satu orang penumpang dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Timah untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggapi insiden ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengimbau kepada seluruh pelaku pelayaran dan masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem di perairan Bangka Belitung.</p>
<p style="text-align: justify;">"Mengingat cuaca yang saat ini sering kali tidak bersahabat, kami mengimbau kepada seluruh nakhoda dan operator pelayaran untuk selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca sebelum memutuskan untuk berlayar. Pastikan juga ketersediaan logistik darurat dan kelengkapan alat keselamatan di atas kapal selalu dalam kondisi siap pakai," tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan penting bagi masyarakat luas terkait akses layanan bantuan Search and Rescue (SAR).<br>"Kami selalu menyiagakan personel dan alut untuk merespons cepat setiap kejadian. Bagi masyarakat yang mengetahui atau mengalami kondisi kedaruratan yang membahayakan jiwa manusia, baik di perairan, darat, maupun udara, jangan ragu untuk segera menghubungi Basarnas melalui layanan Emergency Call di nomor 115. Layanan ini siaga 24 jam dan bebas pulsa. Kami hadir di tengah masyarakat dengan semangat Quick Action," pungkasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berhasilnya proses evakuasi seluruh penumpang secara aman, Operasi SAR gabungan di perairan Pangkalbalam tersebut secara resmi dinyatakan ditutup, dan seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13207</guid>
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 01:42:31 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SEMPAT HILANG DI PERAIRAN RAMBAK, SEORANG NELAYAN DITEMUKAN SELAMAT]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/sempat-hilang-di-perairan-rambak-seorang-nelayan-ditemukan-selamat</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​SUNGAILIAT, 10 Juli 2026 &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Pantai Rambak, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.</p>
<p style="text-align: justify;">​Peristiwa bermula ketika korban a.n Mario(L/59) warga rambak tersebut berangkat melaut sendirian menggunakan perahu berwarna biru pada Kamis, 9 Juli 2026, sekitar pukul 04.35 WIB. Berdasarkan kebiasaan, korban seharusnya sudah kembali ke daratan pada siang hari. Namun, hingga larut malam pukul 23.49 WIB, korban belum juga kembali. Pihak keluarga bersama nelayan setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri, namun tidak membuahkan hasil. Kekhawatiran tersebut membuat perwakilan keluarga korban, Adam, menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang pada Jumat pagi pukul 07.45 WIB untuk meminta bantuan SAR.</p>
<p style="text-align: justify;">​Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang memberangkatkan satu tim rescue yang terdiri dari 5 personel menuju lokasi kejadian di pantai rambak.</p>
<p style="text-align: justify;">​setiba di lokasi tim rescue langsung berkoordinasi dengan instansi terkait serta Potensi SAR gabungan untuk memulai penyisiran. Proses pencarian ini dilakukan secara sinergis dengan melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari personel Rescue Kansar Pangkalpinang, personel Babinsa Koramil 0413 Merawang, personel SAR Brimob, personel Polair Polres Bangka, personel BPBD Bangka, personel Laskar Sekaban, serta bantuan nelayan setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Tim gabungan sempat menghadapi tantangan cuaca di lapangan, di mana hembusan angin dari arah Tenggara tercatat mencapai 14 knots dengan ketinggian gelombang laut berkisar antara 1 hingga 1,5 meter. Namun, upaya tak kenal lelah tersebut segera menemui titik terang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Pada pukul 10.20 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan yang melintas bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di area Perairan Tuing. Perahu korban kemudian langsung ditarik (towing) menuju ke Pantai Rambak. Sekitar pukul 10.50 WIB, nelayan yang membawa korban tiba di Pantai Rambak. Korban kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Menyusul keberhasilan evakuasi tersebut, Tim SAR Gabungan langsung menggelar debriefing pada pukul 11.00 WIB. Dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan selamat dan telah diserahkan kepada keluarga, Operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan dedikasi cepat tanggap yang telah ditunjukkan di lapangan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13206</guid>
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 03:00:04 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Selamatkan Sembilan Nelayan KM Kharisma Di Perairan Rebo]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-selamatkan-sembilan-nelayan-km-kharisma-di-perairan-rebo</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​PANGKALPINANG, 7 JULI 2026 &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) menerima laporan mengalami kondisi darurat di perairan yang menimpa KM Kharisma di perairan Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​Insiden ini bermula pada Senin (6/7/2026), ketika kapal pencari cumi berwarna putih-biru tersebut bertolak pulang menyisir perairan Pantai Rebo. Di tengah pelayaran sekitar pukul 15.05 WIB, kapal tersebut kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Para anak buah kapal (ABK) berusaha melakukan pengisian bahan bakar cadangan menggunakan jeriken.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;Namun malang, BBM cadangan tersebut ternyata telah terkontaminasi oleh air yang mengakibatkan mesin kapal KM Kharisma mengalami kerusakan total dan tidak dapat dihidupkan. Setelah upaya perbaikan mandiri oleh awak kapal selama berjam-jam tidak membuahkan hasil, awak kapal segera meminta bantuan evakuasi kepada Kansar Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Merespons panggilan darurat tersebut, Tim Rescue Kansar Pangkalpinang di bawah komando Kepala Kantor bergerak cepat menyusun skema penyelamatan. Operasi pencarian dan pertolongan segera digelar dengan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Karna beserta perlengkapan operasi yang komprehensif. Pada Selasa, 7 Juli 2026, tepat pukul 00.30 WIB, Tim SAR gabungan yang sedang melakukan penyisiran akhirnya berhasil menemukan Last Known Position (LKP) serta keberadaan fisik KM Kharisma yang terombang-ambing di lautan.</p>
<p style="text-align: justify;">​Tim SAR Gabungan di lapangan berhadapan dengan kondisi malam hari yang memiliki jarak pandang (visibility) terbatas sebagai satu-satunya kendala utama. Pada pukul 00.58 WIB, proses evakuasi langsung dimulai. Mengingat cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan demi meminimalisasi risiko sekunder, tim SAR gabungan memutuskan untuk melakukan towing (penarikan) terhadap KM Kharisma beserta seluruh awak di dalamnya untuk ditarik menuju area aman di Dermaga PTS Pelabuhan Pangkalbalam.</p>
<p style="text-align: justify;">​Operasi towing yang memakan waktu beberapa jam tersebut berjalan lancar berkat sinergitas yang solid antara personel Rescue Kansar Pangkalpinang, orang Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Karna, dan personel dari Polairud. Akhirnya, pada pukul 03.18 WIB, iring-iringan KN SAR Karna dan KM Kharisma tiba dengan selamat di Pelabuhan Pangkalbalam. Sembilan korban, yang diketahui berdomisili di Lontong Pancur, Kota Pangkalpinang&mdash;termasuk di antaranya seorang anak berusia 10 tahun bernama Arga&mdash;langsung menjalani pemeriksaan kondisi fisik secara singkat sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada perwakilan keluarga masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">​Dengan diserahkannya seluruh korban dalam kondisi sehat tanpa kurang suatu apa pun, Tim SAR gabungan segera melaksanakan debriefing evaluasi operasi pada pukul 03.34 WIB. Berdasarkan hasil evaluasi dan pencapaian keberhasilan misi kemanusiaan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang secara resmi mengusulkan penutupan operasi SAR KM Kharisma. Seluruh unsur dan potensi SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan profesionalitas yang telah ditunjukkan di lapangan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13205</guid>
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 02:09:45 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi Jasad Penambang Timah di Belitung]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-jasad-penambang-timah-di-belitung</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Belitung, 5 Juli 2026 &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi kejadian yang menimpa Seorang pekerja tambang timah rakyat dilaporkan hilang di kawasan tambang Dusun Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.</p>
<p style="text-align: justify;">Korban diketahui bernama Faris, seorang pemuda berusia 18 tahun warga setempat yang mana sebelumnya pada Sabtu (4/7/2026) saat korban dikabarkan tengah beraktivitas mencari timah di atas ponton yang berada di kolong tambang Desa Bantan. Korban diketahui sempat beristirahat untuk makan siang dan kemudian berbaring di atas ponton tersebut. Namun, selang beberapa waktu kemudian, paman korban yang tiba di lokasi terkejut mendapati keponakannya sudah tidak ada di tempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecurigaan bahwa korban tenggelam semakin menguat setelah pihak keluarga menemukan sepeda motor milik Faris masih terparkir rapi di pinggir kolong tambang, sementara keberadaan korban tidak diketahui sama sekali. Menyikapi hal tersebut, paman korban bersama warga sekitar langsung melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar area kolong. Namun, hingga Sabtu malam, upaya tersebut belum membuahkan hasil.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingat tanda-tanda keberadaan korban yang nihil hingga larut malam, Kepala Desa Bantan, Bapak Suhandi, secara resmi melaporkan kejadian ini kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang guna meminta bantuan SAR.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang segera mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Belitung dan Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan menuju ke lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi tambang rakyat Dusun Bantan dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memulai operasi pencarian.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah koordinasi matang, Tim SAR Gabungan mulai melakukan pemantauan dan penyisiran secara visual di sepanjang pinggiran kolong tambang. Upaya pemantauan dan pencarian ini membuahkan hasil. Pada pukul 02:56 WIB, tubuh korban terlihat muncul ke atas permukaan air di sekitar lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP).</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kondisi tersebut, Tim SAR Gabungan segera melakukan proses evakuasi. Jasad korban berhasil diangkat dengan aman dari permukaan air kolong tambang. Tim SAR Gabungan yang dibantu warga langsung membawa jasad korban menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia ini resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur kedaruratan yang terlibat dinyatakan kembali ke kesatuan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Bapak Mikel Rachman Junika, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersinergi di lapangan, yaitu Tim Rescuer USS Tanjung Pandan, Polsek Bantan, BPBD Kabupaten Belitung, Perangkat Desa Bantan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi yang solid sangat menentukan kecepatan dan kelancaran operasi kemanusiaan ini," ungkapnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13204</guid>
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 15:56:09 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi ABK MV Jacob Oldendorff di Perairan Tanjung Pandan]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-abk-mv-jacob-oldendorff-di-perairan-tanjung-pandan</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​Belitung, 1 Juli 2026 &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Pangkalpinang melaksanakan Operasi SAR evakuasi medis (Medevac) terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) asing dari MV Jacob Oldendorff di perairan Pulau Belitung. Korban yang diketahui bernama Picache (35), warga negara Filipina, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada Rabu malam (1/7).</p>
<p style="text-align: justify;">​Operasi SAR ini bermula dari laporan kedaruratan yang diterima Kansar Pangkalpinang pada pukul 17.47 WIB dari Kapten Vu Tuan, Nakhoda Kapal MV Jacob Oldendorff. Kapal kargo berbendera Filipina tersebut tengah berlayar dari Tiongkok menuju Maroko. Saat melintasi perairan Belitung sekitar pukul 17.00 WIB, korban mendadak mengalami nyeri perut kronis dan membutuhkan pertolongan medis segera.</p>
<p style="text-align: justify;">​Merespons situasi tersebut, Tim SAR Gabungan langsung disiagakan. Pada pukul 19.30 WIB, tim melaksanakan briefing persiapan pergerakan di Pelabuhan Tanjung Pandan. Tim kemudian bergerak menuju titik intercept (LKP) pada pukul 20.10 WIB menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 Basarnas. Di tengah kondisi cuaca berawan dengan kecepatan angin 7 knot dari Tenggara dan ombak setinggi 0,5 meter, tim berhasil bermanuver dan sandar di lambung kapal MV Jacob Oldendorff pada pukul 20.45 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">​Setibanya di atas kapal kargo, Tim Medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Pandan langsung melakukan pemeriksaan klinis awal terhadap korban. Setelah kondisi korban dinyatakan memungkinkan untuk dipindahkan, proses evakuasi dari kapal kargo ke RIB 04 Basarnas dilakukan dengan aman. Tepat pada pukul 21.00 WIB, Tim SAR Gabungan bertolak kembali menuju Pelabuhan Pelindo Tanjung Pandan dan tiba di dermaga pada pukul 21.45 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">​Korban selanjutnya langsung diserahterimakan kepada petugas medis darat dan dibawa menggunakan ambulans menuju RS Utama Belitung guna mendapatkan perawatan medis intensif. Dengan dievakuasinya korban dalam keadaan selamat, seluruh unsur Tim SAR Gabungan melakukan debriefing pada pukul 22.30 WIB. Operasi SAR evakuasi medis resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">​Menanggapi keberhasilan operasi ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan, baik dari personel USS Tanjung Pandan, KSOP, KKP, Pelni, Polairud, maupun TNI AL. Respons cepat (Quick Action) dan sinergi yang solid di lapangan menunjukkan komitmen bersama kita dalam semangat Satu Jiwa Satu Rasa untuk mewujudkan pelayanan SAR yang profesional, modern, dan teruji," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Lebih lanjut, beliau juga memberikan imbauan kepada seluruh insan maritim. "Kami mengimbau kepada seluruh nakhoda, awak kapal, dan masyarakat nelayan yang melintasi atau beraktivitas di perairan Bangka Belitung agar senantiasa mengutamakan keselamatan. Jika terjadi keadaan darurat yang membahayakan jiwa di perairan, jangan ragu untuk segera menghubungi Basarnas. Kami siap siaga 24 jam untuk memberikan pertolongan," tegasnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13203</guid>
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 02:46:50 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan 4 Remaja Tersesat di Bukit Maras, Satu Korban Alami Cedera Kaki]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-berhasil-temukan-4-remaja-tersesat-di-bukit-maras-satu-korban-alami-cedera-kaki</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​PANGKALPINANG &mdash; Operasi pencarian terhadap empat remaja asal Sungailiat yang dilaporkan tersesat di Bukit Maras, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, membuahkan hasil. Pada Senin (29/6/2026) dini hari, Tim SAR Gabungan bersama warga berhasil menemukan seluruh korban dalam keadaan selamat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Keempat remaja yang diidentifikasi bernama Boma (15), Nabil (15), Keanu (15), dan Aufa (15) tersebut ditemukan pada pukul 04.55 WIB oleh Search and Rescue Unit (SRU) I di sekitar lokasi kejadian awal (Last Known Position/LKP).</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan kabar penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pergerakan intensif pada malam hari menjadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Para tim membagi kekuatan menjadi tiga SRU begitu tiba di lokasi pada Minggu malam pukul 22.56 WIB. Penelusuran dilakukan secara maraton melewati tiga posko pendakian hingga akhirnya para tim SAR Gabungan yang di bantu warga berhasil menemukan keempat korban menjelang subuh," ungkap Mikel, Senin (29/6/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">​Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi penemuan, tiga korban ditemukan dalam kondisi lemas akibat kelelahan. Sementara itu, satu korban lainnya dilaporkan mengalami cedera pada bagian ekstremitas bawah sebelah kanan (kaki).</p>
<p style="text-align: justify;">​Proses evakuasi segera dilakukan sesaat setelah korban ditemukan. Tiga korban yang lemas langsung dievakuasi menuju posko Air Terjun Maruyan. Sementara untuk satu korban yang mengalami cedera, evakuasi lanjutan dilakukan pada pukul 06.30 WIB dan korban langsung dilarikan ke Puskesmas Riau Silip guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">​Operasi SAR ini melibatkan sinergi besar dari berbagai elemen, di antaranya Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polsek Riau Silip, BPBD Kabupaten Bangka, Babinsa Berbura, Puskesmas Riau Silip, BKSDA, Saka SAR, Laskar Sekaban, Tim Pengelola Manjang Merah, Tim Pengelola Bukit Maras, serta keluarga korban. Berbagai peralatan mutakhir seperti drone thermal dan koneksi Starlink turut dioperasikan guna mendukung kelancaran komunikasi dan pemantauan.<br>​Dengan telah ditemukannya seluruh korban dan dievakuasi ke fasilitas medis, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup usai pelaksanaan debriefing pada pukul 09.46 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Mewakili unsur pimpinan, apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh unsur potensi SAR gabungan yang telah berjibaku. Seluruh unsur kini telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," tutup Mikel.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13202</guid>
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 15:56:11 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Cari 4 Remaja Tersesat di Bukit Maras]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-cari-4-remaja-tersesat-di-bukit-maras</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Bangka &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang menggelar operasi SAR darurat menyusul laporan empat remaja yang tersesat di kawasan Bukit Maras, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, pada Minggu (28/6/2026). Saat ini, tim penyelamat telah tiba di lokasi dan bersiap melakukan penyisiran malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Keempat korban diketahui bernama Puma (17), Nabil (16), Keanu (17), dan Aufa (16).</p>
<p style="text-align: justify;">Kronologi kejadian bermula pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, saat keempat remaja tersebut mendaki dengan tujuan wisata ke Air Terjun Maruyan. Di tengah perjalanan, mereka mengalami disorientasi medan dan kehilangan arah.<br>Menjelang sore hari, para korban sempat berinisiatif mencari jalan keluar dengan bergerak mengikuti aliran arus sungai di sekitar lokasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, karena kondisi fisik yang semakin kelelahan dan tak kunjung menemukan jalan keluar, salah satu korban, Puma, melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan tersebut, tim diberangkatkan pada pukul 20.56 WIB menuju titik lokasi kejadian yang berjarak sekitar 72 kilometer. Setibanya di posko SAR gabungan di kaki Bukit Maras menjelang tengah malam, tim langsung menggelar *briefing* kilat guna mematangkan strategi pergerakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menegaskan bahwa pergerakan operasi malam ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, yang terdiri dari 4 personel Rescuer Kansar Pangkalpinang, BABINSA, Babinkamtibmas, personel BKSDA, BPBD Kab. Bangka, anggota Saka SAR, dan Tim Pengelola Bukit Maras.</p>
<p style="text-align: justify;">"Para rescuer saat ini sudah berada di posko lapangan dan selesai melaksanakan koordinasi serta *briefing* taktis dengan seluruh unsur gabungan. Mengingat para korban sempat berinisiatif mengikuti aliran arus sungai, para rescuer akan memprioritaskan penyisiran di sepanjang jalur vegetasi sungai tersebut," ungkap Mikel dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026) malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaan operasi ini, cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin 5 knot ke arah timur. Faktor penghambat utama yang dihadapi oleh tim di lapangan adalah masalah visibilitas atau jarak pandang yang sangat terbatas di malam hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Guna menyiasati hambatan tersebut, operasi ini didukung oleh berbagai peralatan taktis, termasuk penggunaan *drone thermal* untuk mendeteksi panas tubuh korban dari udara, koneksi internet satelit *Starlink*, alat komunikasi mumpuni, peralatan *mountaineering*, serta kesiapan logistik medis darurat.</p>
<p style="text-align: justify;">"Fokus dan target utama para rescuer malam ini adalah segera menemukan posisi keempat remaja tersebut dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis awal, mengingat kondisi mereka dilaporkan sudah sangat kelelahan," tutup Mikel.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13201</guid>
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 15:56:12 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim Basarnas Babel Sabet Juara 1 dan 3 Lomba Dayung HUT Bhayangkara ke-80 Tahun]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-basarnas-babel-sabet-juara-1-dan-3-lomba-dayung-hut-bhayangkara-ke80-tahun</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &mdash; Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung sukses menyelenggarakan Lomba Dayung Perahu Karet pada hari ini, Kamis (11/6/2026). Bertempat di Kolam Bhaypark Polda Kepulauan Bangka Belitung, kompetisi ini berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.15 WIB ini diikuti oleh 35 tim peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Instansi Vertikal, Instansi Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Organisasi Masyarakat (Ormas).</p>
<p style="text-align: justify;">Perlombaan berlangsung sengit dan kompetitif, dimulai dari babak penyisihan grup hingga mencapai partai final. Untuk turut serta memeriahkan momentum bersejarah ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang mengirimkan dua tim dayung terbaiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penampilan gemilang berhasil ditunjukkan oleh delegasi Kantor SAR Pangkalpinang. Dalam babak final yang menegangkan, Tim Basarnas 1 sukses tampil sebagai yang tercepat dan menyabet gelar Juara 1. Tidak ketinggalan, Tim Basarnas 2 turut naik ke podium dengan meraih posisi Juara 3.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, posisi Juara 2 berhasil diraih oleh tim tuan rumah, yakni Ditpolairud Polda Babel, dan gelar Juara Harapan 1 diamankan oleh tim dayung dari PT Pelindo.</p>
<p style="text-align: justify;">Puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan hadiah yang diberikan secara langsung oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung kepada masing-masing pemenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Turut hadir langsung di lokasi perlombaan, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, yang datang untuk memberikan dukungan penuh serta menyaksikan perjuangan luar biasa dari para personelnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggapi hasil gemilang yang diraih oleh timnya, Mikel menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya. "Saya sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas kerja keras, semangat pantang menyerah, serta kekompakan yang ditunjukkan oleh Tim Basarnas 1 dan 2 hingga berhasil meraih juara 1 dan 3 pada perlombaan hari ini. Kemenangan ini adalah hasil dari latihan dan dedikasi personel kita," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas bagi hubungan antar instansi di Bangka Belitung. "Kegiatan lomba dayung ini bukan sekadar kompetisi fisik, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk sinergitas yang tangguh antara Basarnas, Polri, Pemerintah Daerah, dan seluruh instansi terkait di Kepulauan Bangka Belitung. Kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, semoga Polri semakin presisi, jaya, dan selalu dicintai masyarakat," pungkasnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13200</guid>
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 09:33:43 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Operasi SAR Resmi Ditutup, Tiga ABK KM Sebanyak Berhasil Dievakuasi Selamat di Perairan Bebuar]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/operasi-sar-resmi-ditutup-tiga-abk-km-sebanyak-berhasil-dievakuasi-selamat-di-perairan-bebuar</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA TENGAH, BASARNAS &mdash; Operasi SAR terhadap Kecelakaan Kapal KM Sebanyak yang mengalami mati mesin di Perairan Bebuar, Kabupaten Bangka Tengah, resmi ditutup pada Kamis (11/06/2026) dini hari. Tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) yang sempat terombang-ambing berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat dan sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencarian intensif yang dilakukan sejak Rabu (10/06) malam membuahkan hasil saat Tim SAR Gabungan yang bertolak menggunakan kapal nelayan tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) pada pukul 23.50 WIB. Hanya berselang dua menit setelah tiba, tepatnya pada pukul 23.52 WIB, tim berhasil mendeteksi keberadaan KM Sebanyak yang tengah berada dalam posisi lego jangkar di tengah laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah memastikan seluruh ABK yang berjumlah tiga orang dalam kondisi sehat, Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. Kapal kayu tersebut kemudian ditarik (towing) secara perlahan menuju Pelabuhan Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses penarikan kapal memakan waktu sekitar kurang lebih tiga jam. Pada Kamis (11/06) dini hari pukul 02.35 WIB, rombongan tim evakuasi bersama KM Sebanyak akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Batu Belubang. Ketiga ABK yang berhasil diselamatkan langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga yang telah menunggu di pelabuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan operasi penyelamatan pada malam hari ini sempat menghadapi faktor penghambat berupa jarak pandang yang terbatas (visibility terbatas). Kendati demikian, kondisi cuaca di lapangan terpantau cukup mendukung dengan langit berawan, kecepatan angin 10 knots dari arah Barat, serta ketinggian gelombang laut berkisar antara 0,8 hingga 1 meter.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyikapi insiden ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, memberikan imbauan tegas kepada seluruh nelayan dan pelaku aktivitas di laut agar selalu mengutamakan keselamatan sebelum mengarungi perairan. Beliau menekankan pentingnya melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelaikan mesin kapal, kesiapan bahan bakar cadangan, serta memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket dan alat komunikasi yang memadai di atas kapal. Mengingat kondisi cuaca di laut yang sering kali tidak menentu, para nelayan juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan segera menghubungi Call Center Basarnas di nomor 115 jika menghadapi situasi darurat.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13199</guid>
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 07:59:12 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KM Sebanyak Mengalami Mati Mesin di Perairan Bebuar, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/km-sebanyak-mengalami-mati-mesin-di-perairan-bebuar-tim-sar-gabungan-lakukan-evakuasi</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​BANGKA TENGAH, BASARNAS &mdash; Sebuah kapal motor berpenumpang tiga orang dilaporkan mengalami mati mesin di sekitar Perairan Bebuar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu (10/06/2026). Kapal bernama KM Sebanyak tersebut kini tengah mendapatkan penanganan intensif dari Tim SAR Gabungan setelah terombang-ambing di lautan.</p>
<p style="text-align: justify;">​Berdasarkan kronologi kejadian, KM Sebanyak yang merupakan kapal kayu berwarna putih tersebut bertolak dari Pelabuhan Rakyat Selat Nasik, Kabupaten Belitung, pada Selasa (09/06) sekitar pukul 16.00 WIB. Kapal dijadwalkan berlayar menuju Pelabuhan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang. Namun, memasuki hari Rabu (10/06) pukul 15.30 WIB, kapal mengalami kendala kerusakan mesin fatal saat berada di posisi Perairan Bebuar.</p>
<p style="text-align: justify;">​Anak Buah Kapal (ABK) sempat berupaya melakukan perbaikan teknis secara mandiri di tengah laut. Lantaran kerusakan tidak kunjung teratasi dan posisi kapal kian rentan, salah seorang ABK bernama Dika langsung menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang pada pukul 18.52 WIB guna memohon bantuan evakuasi darurat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang segera mengerahkan Tim Rescue menuju titik evakuasi. Pada pukul 19.10 WIB, personil penyelamat Kansar Pangkalpinang diberangkatkan menuju pelabuhan rakyat Desa Bebuar. Selanjutnya, pada pukul 19.30 WIB, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Rescue Basarnas dan nelayan setempat resmi bertolak dari Pelabuhan Rakyat Desa Batu Belubang menuju lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan kapal nelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">​Adapun koordinat perkiraan lokasi kapal berada di posisi 2&deg;14'51.9"S 106&deg;27'47.2"E, atau sekitar 21 Mil Laut (Nautical Miles) dari Kansar Pangkalpinang dengan radial 103 derajat. Tim rescue diproyeksikan tiba di lokasi target (Estimated Time of Arrival/ETA) pada pukul 22.00 WIB malam ini.</p>
<p style="text-align: justify;">​Operasi penyelamatan ini mengerahkan personil Rescue Kantor SAR Pangkalpinang dibantu oleh orang nelayan lokal. Selain kapal nelayan sebagai sarana angkut utama, tim di lapangan turut dibekali dengan satu set perangkat komunikasi satelit Starlink untuk memastikan kelancaran koordinasi tanpa kendala sinyal kepada para korban.</p>
<p style="text-align: justify;">​</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13198</guid>
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 18:06:10 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Operasi SAR Warga Hilang di Bangka Barat Resmi Dihentkan]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/operasi-sar-warga-hilang-di-bangka-barat-resmi-dihentkan</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &ndash; Setelah melakukan upaya pencarian intensif selama lima hari, operasi SAR terhadap Kamaludin (60), warga Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, yang dilaporkan hilang di area kebun sejak Kamis (04/06/2026), resmi ditutup pada Senin (08/06/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan penutupan operasi ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban serta unsur terkait. Evaluasi mendalam menyimpulkan bahwa seluruh metode pencarian maksimal telah dikerahkan, namun keberadaan korban belum berhasil ditemukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menjelaskan bahwa selama lima hari operasi, tim telah menyisir area hutan seluas 23 km&sup2; dengan metode Explore Search and Rescue (ESAR). Selain itu, penyisiran visual di atas permukaan air telah dilakukan sepanjang 30 km&sup2; di sepanjang alur sungai menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">"Kami telah berupaya semaksimal mungkin dengan melibatkan berbagai unsur dan metode pencarian. Mengingat hasil yang masih nihil serta mempertimbangkan berbagai kendala di lapangan, diputuskan operasi SAR ini dihentikan," ujar pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi SAR yang melibatkan personel dari Kansar Pangkalpinang, USS Mentok, BPBD Bangka Barat, perangkat desa, serta dukungan dari TNI/Polri dan masyarakat setempat ini berakhir dengan status nihil.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun operasi SAR dihentikan, pihak Basarnas akan tetap melakukan pemantauan secara berkala. "Jika ke depan ditemukan informasi akurat atau tanda-tanda keberadaan target, operasi SAR akan segera dibuka kembali," tambah pihak Basarnas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam upaya pencarian selama lima hari terakhir. Pihak keluarga korban pun telah mendapatkan penjelasan terkait penghentian operasi ini dan diharapkan tetap tenang dalam menghadapi situasi ini.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13197</guid>
                <pubDate>Tue, 21 Jul 2026 21:41:36 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Memasuki Hari Keempat, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Warga Hilang di Bangka Barat]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/memasuki-hari-keempat-tim-sar-gabungan-perluas-area-pencarian-warga-hilang-di-bangka-barat</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​Bangka Barat&ndash; Upaya pencarian terhadap Kamaludin (60), warga Desa Tugang yang dilaporkan hilang di area kebun sejak Kamis lalu, terus diintensifkan oleh tim SAR gabungan. Hingga memasuki hari keempat operasi pada Minggu (07/06/2026), tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang melaporkan bahwa pada hari ini, tim SAR gabungan kembali membagi kekuatan ke dalam tiga Search Rescue Unit (SRU). Area pencarian pun diperluas untuk memaksimalkan hasil. Tim melakukan penyisiran metode Explore Search and Rescue (ESAR) di area daratan hutan seluas 6 km&sup2; serta penyisiran visual di atas permukaan air menyusuri alur sungai sejauh 8 km&sup2; menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Meskipun sudah dilakukan penyisiran yang lebih luas, hingga pukul 16.00 WIB hasil pencarian masih nihil. Kami terus menghadapi tantangan di lapangan, terutama jalur penyisiran yang terbatas dan ancaman hewan buas di sekitar lokasi sungai," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Operasi SAR yang melibatkan personel dari Kansar Pangkalpinang, USS Mentok, BPBD Bangka Barat, perangkat desa, TNI/Polri, serta dukungan penuh dari 25 warga setempat ini akan kembali dilanjutkan pada Senin (08/06/2026) pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">​Tim SAR gabungan telah melaksanakan debriefing pada pukul 17.00 WIB guna mengevaluasi hambatan di lapangan serta merencanakan strategi pencarian untuk hari kelima. Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam operasi ini sembari tetap mengedepankan keselamatan personel di lapangan mengingat kondisi medan yang menantang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Masyarakat setempat diharapkan tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas jika menemukan tanda-tanda atau petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan korban.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13196</guid>
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 15:56:13 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
