<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://pangkalpinang.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://pangkalpinang.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 04:14:49 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[Kantor SAR Pangkalpinang Gelar Lomba Dayung Peringati Hut Basarnas ke 54]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-pangkalpinang-gelar-lomba-dayung-peringati-hut-basarnas-ke-54</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &ndash; Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-54 BASARNAS, Kantor SAR Pangkalpinang sukses menyelenggarakan Lomba Dayung Perahu Karet Kakansar Pangkalpinang Cup 2026 di Kolong Rangkui, Jembatan 12, Pangkalpinang, Minggu (15/2/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri peserta dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan, sponsor, dan peserta yang telah berpartisipasi serta mendukung terselenggaranya kegiatan tahunan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Asisten I Bidang Ekonomi yang turut memberikan motivasi kepada para peserta lomba.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat pukul 08.00 WIB, perlombaan dimulai dengan diikuti 16 tim dari berbagai instansi, lembaga, dan elemen masyarakat. Para peserta harus menaklukkan lintasan dayung sepanjang 540 meter yang dibagi ke dalam empat sesi pertandingan, masing-masing mempertemukan empat tim sekaligus.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun peserta yang ambil bagian antara lain unsur TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, perusahaan, serta dua tim internal Basarnas. Seluruh tim menunjukkan kekompakan, kekuatan fisik, dan sportivitas sepanjang perlombaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sorak sorai penonton yang memadati area lomba turut menyemangati para atlet hingga garis akhir. Setelah melalui persaingan ketat, BPBD Kabupaten Bangka Tengah berhasil meraih juara pertama, disusul BPBD Kabupaten Bangka di posisi kedua, dan tim internal Basarnas di peringkat ketiga.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pemenang menerima piala bergilir, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antarinstansi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung dalam mendukung misi kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung kelancaran kegiatan lomba dayung perahu karet ini,&rdquo; ujar Mikel menutup kegiatan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13176</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:20:01 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hilang Diterkam Buaya di Sungai Limbung, Jasad Jauhari Ditemukan Tersangkut Jaring]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/hilang-diterkam-buaya-di-sungai-limbung-jasad-jauhari-ditemukan-tersangkut-jaring</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA, 11 Februari 2026 &nbsp;&ndash; Pencarian terhadap Jauhari (40), warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat diterkam buaya di Sungai Limbung, Desa Menduk, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban pada pagi hari ini, sekitar pukul 08.40 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tersangkut pada jaring ikan tidak jauh dari lokasi kejadian awal.</p>
<p style="text-align: justify;">Penemuan bermula saat Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu nelayan. Saat tim melakukan pengecekan terhadap sisi-sisi sungai, mereka mencurigai sebuah jaring ikan. Ketika jaring tersebut diangkat, terlihat tubuh korban tersangkut di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan tersebut.<br>"Alhamdulillah, pada pagi hari ini pukul 08.40 WIB, korban yang sebelumnya dikabarkan diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Limbung berhasil kita temukan. Berkat kerja sama dengan unsur SAR Gabungan, korban berhasil ditemukan tersangkut di jaring," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dievakuasi, jenazah Jauhari langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Petaling untuk diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Mikel juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim yang terlibat. "Terima kasih tentunya kami ucapkan kepada segenap unsur SAR Gabungan yang turut mendukung dan membantu dalam proses pencarian terhadap korban. Atas berhasil ditemukannya korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup, dan unsur SAR Gabungan dapat kembali ke kesatuan masing-masing," tutupnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13175</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:20:36 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Warga Petaling Hilang Diduga Diterkam Buaya Saat Menajur Ikan di Sungai Limbung]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/warga-petaling-hilang-diduga-diterkam-buaya-saat-menajur-ikan-di-sungai-limbung</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA, 11 Februari 2026 &ndash; Seorang warga Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, dilaporkan hilang diduga akibat diterkam buaya saat menajur ikan di Sungai Limbung, Selasa (10/2/2026) malam. Korban diketahui bernama Jauhari (40).</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan adanya laporan kondisi membahayakan manusia tersebut. Ia mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian setelah menerima informasi dari masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">&ldquo;Begitu laporan kami terima, tim langsung kami berangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian,&rdquo; ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.40 WIB. Korban bersama empat orang rekannya berangkat ke Sungai Limbung untuk menajur ikan. Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk memasang tajur di sepanjang sungai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian, rekan-rekan korban mendengar suara teriakan yang disusul gemuruh air cukup besar dari arah sungai. Awalnya, suara tersebut diduga berasal dari hewan liar seperti monyet. Namun karena curiga, mereka mendatangi sumber suara tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di lokasi, korban tidak ditemukan. Rekan korban hanya mendapati senter milik Jauhari dalam kondisi masih menyala dan mengapung di pinggir sungai. Mengingat kawasan Sungai Limbung dikenal sebagai habitat buaya, korban diduga kuat diserang predator tersebut. Kejadian itu kemudian segera dilaporkan ke Kantor SAR Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat dan melaksanakan pencarian. Mikel menjelaskan, upaya pencarian telah dilakukan sejak malam hari dengan memanfaatkan drone thermal.</p>
<p style="text-align: justify;">&ldquo;Pencarian semalam kami maksimalkan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban maupun predator yang diduga menerkam korban, namun hasilnya masih nihil,&rdquo; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi sungai yang memiliki banyak anak sungai serta potensi keberadaan hewan buas di sekitar lokasi kejadian, sehingga diperlukan kewaspadaan tinggi bagi seluruh personel di lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">&ldquo;Pagi ini pencarian kembali dilanjutkan bersama Tim SAR Gabungan. Semoga korban dapat segera ditemukan,&rdquo; tutup Mikel.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13174</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:20:55 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Peringati HUT ke-54 Basarnas, Kantor SAR Pangkalpinang Tanam 540 Bibit Mangrove di Lahan Bekas Tambang]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/peringati-hut-ke54-basarnas-kantor-sar-pangkalpinang-tanam-540-bibit-mangrove-di-lahan-bekas-tambang</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">*BANGKA* &ndash; Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang melaksanakan aksi peduli lingkungan dengan menanam ratusan bibit mangrove di kawasan Pantai Batu Ampar, Kabupaten Bangka, Selasa (10/2/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan penanaman mangrove ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya instansi vertikal, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Bangka, BUMN, insan media, komunitas penggiat lingkungan, serta mahasiswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, S.E., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Basarnas terhadap pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.</p>
<p style="text-align: justify;">&ldquo;Momentum HUT ke-54 Basarnas ini kami maknai dengan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam tugas pencarian dan pertolongan, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman mangrove diharapkan mampu mengurangi abrasi pantai sekaligus memulihkan ekosistem pesisir Bangka,&rdquo; ujar Mikel saat membuka kegiatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Apresiasi atas kegiatan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Bangka. Mewakili Bupati Bangka, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hj. Ismir, S.STP, menilai kegiatan ini sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mengapresiasi inisiatif Kantor SAR Pangkalpinang. Kolaborasi antara pemerintah, instansi, komunitas, dan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam rehabilitasi kawasan pesisir dan lahan kritis,&rdquo; kata Ismir.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebanyak 540 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan tersebut, sesuai dengan usia Basarnas yang menginjak 54 tahun. Penanaman difokuskan pada lahan bekas tambang timah di sekitar Pantai Batu Ampar sebagai upaya reklamasi dan penghijauan kembali. Bibit mangrove diperoleh melalui kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB ini berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Dukungan berbagai pihak dan sponsor turut berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui aksi ini, Kantor SAR Pangkalpinang berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai pelindung alami pesisir serta habitat bagi berbagai biota laut.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13173</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:19:43 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Mandi di Kolong Desa Cerucuk, Pria di Belitung Tewas Diterkam Buaya di Depan Sang Anak]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/mandi-di-kolong-desa-cerucuk-pria-di-belitung-tewas-diterkam-buaya-di-depan-sang-anak</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">​BELITUNG, 10 Februari 2026 &ndash; Nasib naas menimpa Rusmanto (40). Seorang warga Desa Cerucuk, Belitung, ini ditemukan tewas setelah diterkam buaya saat sedang mandi di sebuah kolong di desanya, Senin (9/2/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban sedang mandi di kolong bersama anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Tiba-tiba seekor buaya muncul, menerkam, dan menyeret korban ke dalam air. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh anak korban yang kemudian bergegas melapor kepada masyarakat setempat," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Menerima laporan dari keluarga korban, Kantor SAR Pangkalpinang segera memberangkatkan tim rescue dari Pos SAR Belitung dan USS Tanjung Pandan menuju lokasi untuk melakukan pencarian bersama Tim SAR Gabungan dan masyarakat setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Proses pencarian berlangsung menegangkan karena predator buas berukuran cukup besar tersebut sempat beberapa kali menampakkan diri di permukaan kolong. Tim SAR Gabungan terus memantau pergerakan di sekitar lokasi kejadian hingga malam hari.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Beruntungnya, predator buas tersebut melepas korban. Pada pukul 23.40 WIB, korban berhasil dievakuasi, namun dalam keadaan meninggal dunia," jelas Mikel.<br>​Jasad korban kemudian langsung dibawa menuju RSUD Dr. H. Marsidi Judono, Belitung, untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Terima kasih kepada segenap unsur SAR gabungan yang turut terlibat dalam proses pencarian hingga korban dapat segera dievakuasi. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan ditutup," pungkas Mikel.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13172</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:20:16 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim H-1 Esport Polda Kep. Bangka Belitung Juarai Mobile Legends Kakansar Pangkalpinang Cup Season 1 Tahun 2026]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-h1-esport-polda-kep-bangka-belitung-juarai-mobile-legends-kakansar-pangkalpinang-cup-season-1-tahun-2026</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Pangkalpinang, 9 Februari 2026 &ndash; Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menyelenggarakan Turnamen Mobile Legends Spesial Kakansar Pangkalpinang Cup Season 1 Tahun 2026 yang diikuti oleh berbagai instansi pemerintah dan instansi vertikal di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.</p>
<p style="text-align: justify;">Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Final Match yang berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026 mulai pukul 15.00 WIB. Pada laga final tersebut, Tim H-1 Esport dari Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil meraih Juara 1 setelah mengalahkan RESTA ESPORT dari Polresta Pangkalpinang dengan skor akhir 2 : 1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan menjunjung tinggi sportivitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan Final Match secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Bapak Mikel Rachman Junika, S.E. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta menekankan pentingnya sportivitas, kebersamaan, dan sinergitas antar instansi.</p>
<p style="text-align: justify;">Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan tamu undangan, di antaranya Karo Ops Polda Kepulauan Bangka Belitung, Wadirpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, serta Kapolsek Pangkalan Baru, yang ikut memeriahkan suasana final turnamen.</p>
<p style="text-align: justify;">Turnamen Mobile Legends Kakansar Pangkalpinang Cup Season 1 Tahun 2026 diikuti oleh 54 tim, yang berasal dari berbagai instansi pemerintah dan instansi vertikal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jumlah peserta tersebut disesuaikan dengan usia BASARNAS yang genap berusia 54 tahun, sebagai simbol semangat pengabdian dan kebersamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan turnamen telah berlangsung sejak 3 Februari 2026, dengan pertandingan perebutan Juara 3 dan Juara 4 dilaksanakan pada Minggu malam, 8 Februari 2026, sebelum laga final digelar.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun hasil akhir turnamen adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">Juara 1 : H-1 Esport (Polda Kep. Bangka Belitung)</p>
<p style="text-align: justify;">Juara 2 : RESTA ESPORT (Polresta Pangkalpinang)</p>
<p style="text-align: justify;">Juara 3 : Tim Doa Orang Tua (Balai Wilayah Sungai/BWS Kep. Bangka Belitung)</p>
<p style="text-align: justify;">Juara 4 : Tim Octopus Tentacles (Ditpolairud Polda Kep. Bangka Belitung)</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang Juara 1 hingga Juara 4 menerima piala bergilir, uang pembinaan, serta sertifikat penghargaan yang diserahkan setelah pertandingan berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui penyelenggaraan turnamen ini, diharapkan dapat mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan sinergitas antar instansi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, serta menjadi bagian dari semangat peringatan HUT BASARNAS ke-54.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13171</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:31:00 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Operasi SAR Tambang Pemali Berakhir, Jasad Korban Terakhir Berhasil Ditemukan]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/operasi-sar-tambang-pemali-berakhir-jasad-korban-terakhir-berhasil-ditemukan</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><br>​BANGKA (7 Februari 2026) &ndash; Memasuki hari keenam pencarian, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad penambang yang tertimbun longsor di Tambang Pondi, Pemali. Korban terakhir atas nama Soleh Hidayat(L/32) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 13.33 WIB, tidak jauh dari lokasi awal kejadian.</p>
<p style="text-align: justify;">​Segera setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari:<br>​Kantor SAR Pangkalpinang<br>​SAR Brimob &amp; Polres Bangka<br>​Polsek Pemali<br>​BPBD Kabupaten Bangka<br>​Relawan Laskar Sekaban serta<br>​Pihak keluarga korban</p>
<p style="text-align: justify;">​Jasad korban kemudian dibawa menuju RSUD Sungailiat untuk proses penanganan lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan keberhasilan penemuan tersebut dan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Alhamdulillah, siang hari ini jasad penambang yang tertimbun longsor di Tambang Kondi Pemali berhasil kita temukan. Kami telah berkoordinasi dengan keluarga korban yang datang langsung dari Banten untuk proses evakuasi ke RSUD Sungailiat," jelas Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Ia juga menambahkan bahwa dengan ditemukannya seluruh korban, misi kemanusiaan ini resmi berakhir. "Terima kasih kepada segenap unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama enam hari ini. Dengan ini, operasi SAR dinyatakan ditutup," pungkasnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13170</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:30:16 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Terus Cari Korban Tertimbun Longsor Tambang Timah di Pemali, Kab. Bangka]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-terus-cari-korban-tertimbun-longsor-tambang-timah-di-pemali-kab-bangka</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​BANGKA, 3 Februari 2026 &ndash; Upaya pencarian korban kecelakaan tambang di kawasan Pondi, Pemali, terus digencarkan oleh Tim SAR Gabungan. Hingga hari ini, Tim SAR Gabungan masih fokus mencari satu orang penambang yang diduga masih tertimbun material longsor.</p>
<p style="text-align: justify;">​Dari total empat korban yang dilaporkan hilang, tiga diantaranya telah berhasil dievakuasi pada operasi pencarian yang berlangsung semalam hingga dini hari tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan upaya pencarian untuk menemukan korban terakhir. Namun, kondisi medan yang tidak stabil menjadi kendala utama di lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Pencarian terhadap para penambang kami lakukan semaksimal mungkin. Semalam tiga orang berhasil ditemukan, sehingga kini tersisa satu penambang yang masih dalam pencarian," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Mikel menambahkan bahwa area pencarian memiliki risiko tinggi karena kondisi tanah yang labil dan terus bergeser. Untuk mempercepat proses evakuasi material longsor, sebanyak empat unit alat berat ekskavator telah diterjunkan ke lokasi hingga sore ini.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Tanah disekitar area pencarian terus bergeser hingga cukup menyulitkan. Namun, kita akan mengupayakan semaksimal mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan tim rescue yang bekerja. Semoga korban dapat segera ditemukan," tutupnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13169</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:29:18 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Longsor Tambang Timah di Pemali, 3 Tewas dan 4 Penambang Masih Dalam Pencarian]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/longsor-tambang-timah-di-pemali-3-tewas-dan-4-penambang-masih-dalam-pencarian</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA &ndash; Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) digelar menyusul insiden longsor yang menimpa area tambang timah di kawasan Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Kejadian nahas yang berlangsung pada Senin (2/2/2026) sore ini mengakibatkan sedikitnya tujuh penambang tertimbun.</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, sekelompok penambang sedang beraktivitas menggunakan alat berat. Tiba-tiba, kontur tanah di sekitar lokasi menjadi tidak stabil dan longsor seketika, menimbun para pekerja beserta alat berat yang sedang beroperasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Rekan korban yang selamat berupaya melakukan evakuasi mandiri sesaat setelah kejadian. Sebanyak tiga orang berhasil dievakuasi namun dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, empat penambang lainnya dilaporkan masih tertimbun material longsor.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan warga, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang segera menerjunkan satu tim rescue ke lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polres Bangka, BPBD Bangka, SAR Brimob, Laskar Sekaban, serta masyarakat setempat kini tengah bahu-membahu melakukan penyisiran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kansar Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi tantangan yang dihadapi tim di lapangan. "Kita sore ini menerima informasi tentang adanya pekerja tambang yang tertimbun longsoran tanah dan segera mengirimkan tim rescue," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan bahwa kondisi medan cukup berbahaya. "Lokasi tanah yang tidak stabil dan rawan longsor susulan menjadi tantangan utama kami dalam upaya pencarian empat pekerja yang masih tertimbun. Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan potensi SAR terkait untuk memaksimalkan proses pencarian. Semoga operasi ini diberi kelancaran," pungkasnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13168</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 04:14:49 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SAMBUT HUT BASARNAS KE-54, KANSAR PANGKALPINANG GELAR DONOR DARAH]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/sambut-hut-basarnas-ke54-kansar-pangkalpinang-gelar-donor-darah</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​Pangkalpinang, 2 Februari 2026 &ndash; Dalam rangka menyambut Hari Bakti HUT Basarnas ke-54 tahun, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kegiatan ini dilaksanakan hari ini, Senin, 2 Februari 2026, di Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang. Kegiatan donor darah ini juga dilaksanakan secara serempak oleh Basarnas Pusat dan seluruh UPT Kantor Pencarian dan Pertolongan di berbagai daerah se-Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">​Berbagai instansi vertikal serta pemerintah daerah dan kota turut menghadiri kegiatan donor darah tersebut. Pada pelaksanaan kegiatan ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menargetkan sebanyak 54 kantong darah. Dari 87 orang yang melakukan registrasi serta pemeriksaan, terdapat 57 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk melakukan donor.</p>
<p style="text-align: justify;">​Adapun peserta donor darah terdiri dari pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang beserta DWP UP Kantor SAR Pangkalpinang, serta perwakilan dari berbagai instansi, antara lain:<br>​TNI AU, ​Makorem 045/Garuda Jaya, ​Lanal Kep. Babel, ​Polda Kep. Babel, ​Bakamla Babel, ​BPBD Kota Pangkalpinang dan Laskar Sekaban.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor SAR (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Terima kasih kepada pihak Unit Donor Darah PMI Pangkalpinang yang telah bersedia menjadi wadah kami dalam melaksanakan kegiatan donor darah dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Basarnas ke-54. Semoga sinergitas kita tetap terjalin dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat di Prov. Kep. Bangka Belitung melalui kegiatan donor darah ini," ucap Mikel Rachman Junika di Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13167</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:30:36 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dihantam Ombak, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Tiga Nelayan yang Tenggelam di Perairan Pulau Lampu Belinyu]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/dihantam-ombak-tim-sar-gabungan-berhasil-evakuasi-tiga-nelayan-yang-tenggelam-di-perairan-pulau-lampu-belinyu</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA, 23 Januari 2026 &ndash; Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga orang nelayan yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Pulau Lampu, Belinyu, Kabupaten Bangka, pada Jumat (23/1/2026). Kapal tersebut karam setelah dihantam ombak besar dan cuaca buruk saat hendak mengantar air bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa insiden bermula saat kapal yang diawaki tiga orang tersebut berangkat dari Dermaga Mantung Belinyu menuju perairan Pantai Pesaren pada pukul 11.05 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga awak kapal (ABK) tersebut adalah Iskandar (32), Aldiansyah (30), dan Ajis (28). Nahas, saat melintas di perairan Pulau Lampu, kapal mereka dihantam gelombang tinggi hingga tenggelam. Ketiga korban terpaksa berenang untuk menyelamatkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">"Dua korban atas nama Iskandar dan Aldiansyah berhasil berenang mencapai Pulau Lampu. Sementara rekannya, Ajis, sempat terpisah dan tidak terlihat di belakang mereka," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Menerima laporan permintaan bantuan dari korban yang selamat, Kantor SAR Pangkalpinang segera mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Belinyu. Operasi ini melibatkan unsur gabungan dari TNI AL, Ditpolairud Polda Babel, Satpolair Polres Bangka, Polsek Belinyu, serta nelayan setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU Laut menggunakan kapal SBU milik Polda Babel menuju Pulau Lampu, sedangkan SRU Darat menyisir ke arah Pantai Penyusuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim Gabungan berhasil mengevakuasi Iskandar dan Aldiansyah yang bertahan di Pulau Lampu dan membawanya ke Dermaga Mantung. Kabar baik menyusul tak lama kemudian, di mana korban ketiga, Ajis, yang sempat hilang kontak, ditemukan selamat oleh warga setelah berhasil berenang hingga ke Pantai Penyusuk.</p>
<p style="text-align: justify;">"Alhamdulillah ketiga korban dapat selamat. Kami ucapkan terima kasih kepada segenap unsur SAR Gabungan yang membantu proses evakuasi. Dengan keberhasilan ini, operasi SAR dinyatakan ditutup," tutup Mikel.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13166</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:46:12 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Aditya, Korban Tenggelam di Pantai Teluk Uber]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-temukan-jasad-aditya-korban-tenggelam-di-pantai-teluk-uber</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA (14 Januari 2026) &ndash; Upaya pencarian terhadap Aditya (19), pemuda yang dilaporkan terseret arus di Pantai Teluk Uber, Kabupaten Bangka, berakhir membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban pada Rabu pagi dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi penemuan terhadap korban tersampaikan oleh seorang nelayan yang kebetulan melintas di sekitar lokasi tidak jauh dari lokasi kejadian. Penemuan jasad korban berkisar 50 meter dari lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan kemudian menemukan jasad korban pada pukul 06.30 WIB</p>
<p style="text-align: justify;">Proses evakuasi berlangsung cukup menantang akibat kondisi gelombang laut yang besar. Namun, tim berhasil menaikkan korban ke atas perahu karet (LCR) Basarnas untuk dibawa ke daratan. Jenazah kemudian langsung dievakuasi menuju rumah duka di Kelurahan Keramat, Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan keberhasilan operasi tersebut. &ldquo;Alhamdulillah, pagi ini Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban yang tenggelam kemarin. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi seluruh unsur yang terlibat,&rdquo; ungkap Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Mikel juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. &ldquo;Kami meminta warga menunda aktivitas di laut sementara waktu karena kondisi cuaca kurang kondusif, atau setidaknya selalu menggunakan alat pelindung diri seperti pelampung. Jika memerlukan bantuan darurat, silakan hubungi Call Center di 0811-7810-115 atau melalui 115,&rdquo; tutupnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13165</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:47:52 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hanyut Terseret Ombak di Pantai Teluk Uber, Tim SAR Gabungan Cari Aditya]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/hanyut-terseret-ombak-di-pantai-teluk-uber-tim-sar-gabungan-cari-aditya</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA (13 Januari 2026) &ndash; Operasi SAR terhadap seorang pemuda yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Teluk Uber, Kabupaten Bangka, resmi dibuka oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang pada Selasa sore.</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa nahas tersebut menimpa Muhammad Aditya Tri Nugroho (L/19). Berdasarkan laporan yang diterima, korban sedang berenang bersama tiga orang rekannya pada pukul 13.45 WIB. Namun, saat sedang asyik mandi, korban dan salah satu rekannya yang bernama Sofian tiba-tiba terseret arus kuat dan gelombang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">"Rekan korban bernama Sofian berhasil menyelamatkan diri dan mengapai salah satu bebatuan di pantai. Sayangnya, korban Aditya terseret arus ke tengah dan hilang dari pantauan akibat kondisi gelombang yang sedang tinggi," jelas Mikel Rachman Junika, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Segera setelah menerima laporan dari keluarga korban, Kansar Pangkalpinang memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian pada koordinat 1&deg;52'18.80"S 106&deg;10'11.45"E.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi intensif dengan berbagai unsur potensi SAR yang telah bersiaga di lapangan, di antaranya Rescuer Kansar Pangkalpinang, Satpolairud Polres Bangka, TNI AD, BPBD Kab. Bangka, SAR Brimob Kompi C Sungailiat, Damkar Kab. Bangka, Laskar Sekaban dan Aparat Desa setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam upaya pencarian hari pertama ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai alutsista untuk memaksimalkan penyisiran. Selain menggunakan Rubber Boat (perahu karet) milik Basarnas dan Laskar Sekaban untuk menyisir permukaan air, tim juga menurunkan drone thermal milik Basarnas.</p>
<p style="text-align: justify;">Mikel Rachman Junika menambahkan bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan utama tim di lapangan.<br>"Kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan gelombang besar menjadi hambatan bagi personel di lapangan. Meski demikian, kami mengoptimalkan pencarian dengan menurunkan drone thermal milik Basarnas untuk memantau area dari udara melalui sensor panas. Kami berharap upaya kolaboratif ini segera membuahkan hasil dan korban dapat segera ditemukan," tegas Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan tetap memperhatikan keselamatan personel di tengah kondisi cuaca yang dinamis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13164</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:44:52 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tak Kunjung Pulang dari Melaut, Nelayan Lansia Asal Mentok Dilaporkan Hilang di Perairan Karang Berang-berang]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tak-kunjung-pulang-dari-melaut-nelayan-lansia-asal-mentok-dilaporkan-hilang-di-perairan-karang-berangberang</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA BARAT, 10 Januari 2026 &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang menerjunkan tim penyelamat untuk mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar Perairan Karang Berang-berang, Kabupaten Bangka Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Korban diketahui bernama Adnan Sahid (67), warga Desa Keranggan, Kecamatan Mentok. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat melaut untuk mencari ikan menggunakan perahu kayu menuju fishing ground di Perairan Karang Berang-berang pada Kamis, 8 Januari 2026, pukul 16.00 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya, korban sudah kembali ke darat pada keesokan paginya sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, hingga Jumat petang (9/1/2026), korban tak kunjung pulang. Rekan sesama nelayan sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi, namun hasilnya nihil. Pihak keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, S.E., segera memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Mentok menuju lokasi kejadian pada koordinat duga 2&deg;10'4.19"S 105&deg;21'31.59"E.</p>
<p style="text-align: justify;">"Semalam kami menerima informasi tersebut dan langsung menerjunkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban," ujar Mikel, Sabtu (10/1/2026).<br>Mikel menjelaskan bahwa operasi pencarian menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Hujan lebat disertai angin kencang dilaporkan menerpa wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung sejak kemarin.<br>"Pencarian hari ini akan difokuskan dengan metode penyisiran di permukaan air menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas. Semoga upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil dan korban segera ditemukan," tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi ini melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer USS Mentok, Satpolair Polres Bangka Barat, BPBD Bangka Barat, serta dibantu oleh nelayan setempat.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13163</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:45:21 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan yang Hilang di Perairan Pulau Panjang dalam Keadaan Meninggal Dunia]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-temukan-nelayan-yang-hilang-di-perairan-pulau-panjang-dalam-keadaan-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA TENGAH, 2 JANUARI 2026 &ndash; Upaya pencarian intensif terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Panjang sejak 31 Desember 2025 akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada Jumat (2/1/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Jasad korban yang diketahui bernama Maman ditemukan terdampar di pesisir Pulau Semujur. Lokasi penemuan berjarak sekitar 3 nautical mile (mil laut) dari titik awal kejadian di mana kapal korban dihantam ombak besar dua hari lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Penemuan jasad ini bermula ketika seorang nelayan yang sedang melintas di sekitar Pulau Semujur secara tidak sengaja melihat sesosok tubuh di pinggir pantai. Saksi kemudian segera melaporkan temuan tersebut ke Posko SAR. Menindaklanjuti laporan warga, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Setibanya di lokasi, petugas mengevakuasi jasad korban ke dalam kantong mayat dan membawanya menuju Pantai Pan Semujur. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke rumah duka yang beralamat di daerah Temberan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor SAR (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, memberikan keterangan resmi terkait keberhasilan operasi SAR ini.<br>"Pagi hari ini, Tim SAR menerima informasi dari nelayan di Pulau Semujur mengenai penemuan sesosok jasad manusia yang diduga kuat adalah korban yang tengah kita cari. Kami segera bergegas melakukan evakuasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja keras membantu proses pencarian ini," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingat kondisi cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini, Mikel juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi laut.</p>
<p style="text-align: justify;">"Mengingat potensi cuaca buruk yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari, kami mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi diri dengan alat pelindung diri (pelampung) saat beraktivitas di perairan. Jika mengalami kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Basarnas di 115 atau Basarnas Pangkalpinang di 0811-7810-115 (WhatsApp)," tutupnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13162</guid>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 03:46:54 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
