<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://pangkalpinang.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://pangkalpinang.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 12:32:00 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi Dua Jenazah Tanpa Identitas di Pesisir Bangka Selatan]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-dua-jenazah-tanpa-identitas-di-pesisir-bangka-selatan</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>PANGKALPINANG &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi laporan penemuan dua jenazah tanpa identitas di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bangka Selatan secara beruntun pada Senin (24/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Evakuasi pertama bermula ketika Tim SAR menerima laporan penemuan jenazah di wilayah perairan Desa Sadai pada pukul 08.43 WIB. Merespons informasi tersebut, personel dari Unit Siaga SAR (USS) Toboali langsung dikerahkan menuju lokasi. Pada pukul 10.35 WIB, jenazah pertama berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel USS Toboali, TNI AL, Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Polairud Polres Bangka Selatan, Ditkrimsus, serta Tim INAFIS Polres Bangka Selatan ke RSUD Kab. Bangka Selatan.</p>
<p>Tak lama kemudian , Tim SAR kembali menerima laporan dari Polairud Polres Bangka Selatan pada pukul 12.12 WIB terkait penemuan jenazah kedua di kawasan Pantai Kubu. Tanpa membuang waktu, Tim SAR Gabungan kembali bergerak menuju titik koordinat 3&deg; 6'6.25"S 106&deg;32'6.90"E, yang berjarak sekitar 13,53 kilometer dari pos USS Toboali. Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.50 WIB dan langsung mengevakuasi jenazah kedua menuju rumah sakit yang sama.</p>
<p>Diketahui, jarak antara lokasi penemuan jenazah pertama di kawasan Sadai dan jenazah kedua di Pantai Kubu hanya berkisar antara 14 hingga 15 kilometer. Kedua operasi evakuasi ini berlangsung aman dan lancar. Menanggapi dua insiden penemuan jenazah dalam waktu yang berdekatan ini, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan seluruh unsur gabungan yang terlibat.<br>"Sinergitas dan kesiapsiagaan seluruh unsur SAR Gabungan hari ini patut diapresiasi. Sesuai dengan moto Semangat Quick Action, Satu Jiwa Satu Rasa, seluruh personel dari Basarnas, TNI, dan Polri langsung bergerak cepat begitu menerima laporan sehingga kedua korban dapat segera dievakuasi ke rumah sakit," ujar Mikel Rachman Junika.</p>
<p>Terkait status korban, beliau menegaskan bahwa penanganan lebih lanjut telah diserahkan kepada pihak yang berwenang. "Saat ini kedua korban masih dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian. Mengingat identitasnya yang belum diketahui, kami mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Bangka Selatan dan sekitarnya, yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor atau berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan RSUD Bangka Selatan guna membantu kelancaran proses identifikasi," tutupnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13219</guid>
                <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 20:13:05 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Jatuh di Sumur di Desa Lasar Batu Mana]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-korban-jatuh-di-sumur-di-desa-lasar-batu-mana</link>
                <description><![CDATA[<p>Belitung &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi kondisi membahayakan manusia berupa satu orang warga yang jatuh ke dalam sumur di Desa Lasar Batu Mana, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, pada Selasa (18/8/2026).</p>
<p>​Insiden tersebut diketahui pada pukul 09.00 WIB, ketika korban atas nama Jusin, laki-laki berusia 82 tahun, ditemukan oleh tetangganya berada di dalam sumur yang terletak di belakang rumah korban. Kepala Dusun setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan pada pukul 09.10 WIB untuk meminta bantuan evakuasi.</p>
<p>​Merespons laporan tersebut Tim USS Tanjung Pandan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Pada pukul 09.50 WIB, sebanyak lima personel Rescuer USS Tanjung Pandan diberangkatkan menuju Desa Lasar Batu Mana, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.</p>
<p>​Tim SAR Gabungan tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.50 WIB. Setibanya di lokasi, tim mendapati korban berada di dalam sumur dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR Gabungan kemudian langsung melaksanakan proses evakuasi.</p>
<p>​Pada pukul 12.15 WIB, korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa menuju RSUD Dr. H. Marsidi Judono untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut sekaligus mengapresiasi kesigapan tim gabungan di lapangan.</p>
<p>​"Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Terima kasih serta apresiasi kami berikan kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan&mdash;mulai dari personel USS Tanjung Pandan, Koramil, Polsek, perangkat desa, hingga pihak keluarga&mdash;yang telah bergerak cepat dan solid sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis," ujar Mikel Rachman Junika.</p>
<p>​Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 12.25 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing. Dengan telah dievakuasinya korban, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia di Desa Lasar Batu Mana secara resmi ditutup.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13218</guid>
                <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 06:10:58 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 4 ABK Kapal Nelayan di Perairan Air Anyir.]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-berhasil-evakuasi-4-abk-kapal-nelayan-di-perairan-air-anyir</link>
                <description><![CDATA[<p>Pangkalpinang &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang menerima informasi kejadian yang menimpa empat orang nelayan yang terombang-ambing akibat kapal mati mesin di Perairan Pantai Air Anyir, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (17/8/2026).&nbsp;</p>
<p>Insiden bermula ketika keempat nelayan tersebut berangkat dari Dermaga Serata Pasir Padi menuju Perairan Air Anyir untuk mencari ikan pada Senin pagi pukul 06.00 WIB menggunakan kapal berwarna biru berukuran 8,5 meter. Namun, nahas, pada pukul 16.00 WIB kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan dan mati mesin di tengah laut.</p>
<p>Mendapat kabar tersebut, rekan korban bernama Danis segera melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Pangkalpinang pada pukul 17.00 WIB untuk meminta bantuan evakuasi. Tim Rescue Kansar Pangkalpinang langsung dikerahkan menuju lokasi pada pukul 17.35 WIB.</p>
<p>Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, Polairud Polda Babel, dan Bakamla Babel. Tim bergerak dari Dermaga PT S menuju titik lokasi kejadian (LKP) menggunakan sekoci milik KN SAR Karna. Operasi ini sempat dihadapkan pada kendala jarak pandang yang terbatas.&nbsp;</p>
<p>Selanjutnya sampai di lokasi kapal milik korban ditinggalkan sementara di titik evakuasi dalam keadaan lego jangkar. Tim SAR mengevakuasi keempat awak kapal beserta mesin kapal yang rusak untuk dibawa menuju daratan. Rencananya, mesin tersebut akan diperbaiki terlebih dahulu dan kapal akan ditarik atau diambil kembali pada keesokan harinya.</p>
<p>​Tim SAR Gabungan bergerak kembali dan tiba di Dermaga PTS Pangkal Balam pada pukul 20.45 WIB. Seluruh korban selanjutnya diserahkan secara langsung kepada pihak keluarga yang telah menunggu.</p>
<p>​Dengan telah dievakuasinya seluruh korban dalam keadaan selamat, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 21.00 WIB. Operasi SAR Kecelakaan Kapal di Perairan Air Anyir secara resmi dinyatakan ditutup.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13217</guid>
                <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 13:16:10 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KM Nadira Alami Kebocoran di Perairan Pantai Pukan, Tim Basarnas Berhasil Evakuasi Korban di Tengah Ombak Besar]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/km-nadira-alami-kebocoran-di-perairan-pantai-pukan-tim-basarnas-berhasil-evakuasi-korban-di-tengah-ombak-besar</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi terkait kejadian yang menimpa Kapal KM Nadira yang mengalami kebocoran dan kandas di kawasan Perairan Pantai Pukan, Kabupaten Bangka, pada Minggu (9/8/2026) dini hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian bermula saat KM Nadira, yang memiliki ciri khas berwarna merah, krem, dan putih, bertolak dari Pelabuhan Jelitik, Kabupaten Bangka pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kapal tersebut berlayar dengan tujuan mengantar ponton menuju pantai Sampur, Kabupaten Bangka Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun nahas, di tengah perjalanan pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.40 WIB, kapal mengalami kebocoran. Menyadari kondisi darurat tersebut, nakhoda dengan sigap mengambil keputusan untuk mengkandaskan kapal di sekitar Perairan Pantai Pukan (pada titik koordinat perkiraan 2&deg;02'22.1"S 106&deg;11'44.0"E) guna menyelamatkan kapal dan awak kapal. Kemudian awak kapal menghubungi polairud dan diteruskan ke Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan Evakuasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons kondisi darurat tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang memberangkatkan 1 Tim Rescue Basarnas bersama Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Karna langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Menggunakan Sekoci KN SAR Karna, tim bergerak mendekati titik lokasi kapal yang kandas.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses penyelamatan ini tidak berjalan dengan mudah dan penuh tantangan. Dalam perjalanan menuju lokasi, tim penyelamat dihadapkan pada kondisi ombak yang cukup besar sehingga lumayan menyulitkan proses manuver dan evakuasi. Bahkan, sekoci yang ditumpangi oleh tim Rescue sempat ikut kandas akibat kondisi perairan tersebut, namun beruntung situasi kritis itu berhasil diatasi dengan cepat oleh kesigapan personel di lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setibanya di lokasi kejadian, tim mendapati kondisi KM Nadira sudah hampir dipenuhi oleh air laut. Meski demikian, Tim Basarnas bergerak cepat dan berhasil memindahkan kedua korban, yakni Herman (30) dan Saroni (30), beserta sejumlah peralatan berharga milik mereka ke atas sekoci dengan selamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Komandan Tim (Dantim) Basarnas Gitri Prima, mengungkapkan bahwa prioritas utama timnya di lapangan adalah keselamatan jiwa para awak kapal di tengah kondisi perairan yang kurang bersahabat.</p>
<p style="text-align: justify;">"Proses evakuasi cukup menantang karena kami harus berhadapan dengan ombak yang besar, bahkan sekoci kami sempat kandas. Saat tim berhasil merapat, kondisi kapal korban sudah sepenuhnya kemasukan air. Alhamdulillah, fokus utama kami membuahkan hasil dan kedua korban berhasil kami evakuasi ke sekoci dalam keadaan selamat beserta barang-barang berharganya," ungkap Gitri Prima.</p>
<p style="text-align: justify;">"Untuk status kapal KM Nadira yang kandas dan dipenuhi air, nantinya akan dilakukan penarikan secara mandiri oleh rekan-rekan mereka. Tugas kami fokus pada operasi penyelamatan dan memastikan keselamatan nyawa korban," tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berhasil dievakuasi dari titik lokasi, kedua korban langsung dibawa oleh tim menuju Dermaga PTS Pangkalbalam. Setibanya di dermaga, kedua awak kapal tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing dalam keadaan selamat, sekaligus menandakan ditutupnya operasi SAR ini.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13216</guid>
                <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 10:58:12 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN BERHASIL TEMUKAN PENCARI UDANG YANG DITERKAM BUAYA DI BELITUNG TIMUR]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-berhasil-temukan-pencari-udang-yang-diterkam-buaya-di-belitung-timur</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">MANGGAR, BELITUNG TIMUR &mdash; Operasi pencarian terhadap Samsul (47), pencari udang yang dilaporkan hilang di perairan Kolong Kero, Kabupaten Belitung Timur, akhirnya membuahkan hasil. Nahas, korban ditemukan pada Jumat (7/8/2026) pagi dalam keadaan meninggal dunia usai menjadi korban keganasan buaya muara.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim SAR Gabungan yang telah menyisir lokasi sejak Kamis malam, berhasil menemukan jasad korban pada pukul 09.00 WIB. Titik penemuan korban berada pada jarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi awal kejadian (LKP), tempat di mana peralatan mencari udang dan sepeda motor korban tergeletak.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ditemukan, kondisi jenazah korban sangat memprihatinkan dan tidak lagi utuh akibat gigitan predator buas yang menghuni kawasan perairan tersebut. Temuan ini memastikan dugaan awal bahwa korban ditarik oleh buaya saat sedang mencari udang di tepi kolong.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah memastikan identitas korban, Tim SAR Gabungan segera melakukan proses evakuasi secara hati-hati. Jenazah korban diangkat ke atas perahu karet (rubber boat) dan dibawa menuju pesisir kolong. Dari titik pendaratan, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Muhammad Zein Belitung Timur untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga duka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan rasa simpati dan dukacita yang mendalam atas musibah ini. Ia juga memberikan apresiasi atas dedikasi para personel di lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">"Kami dari Kantor SAR Pangkalpinang turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa korban, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap unsur SAR Gabungan yang telah bekerja keras membantu dan mendukung penuh proses pencarian hingga evakuasi korban pada pagi ini," ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ditemukannya korban dan telah dievakuasi ke rumah sakit, maka Operasi SAR gabungan di Kolong Kero dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13215</guid>
                <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:55:49 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Pamit Cari Udang, Seorang Pria di Belitung Timur Hilang di Duga Diterkam Buaya di Kolong Kero]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/pamit-cari-udang-seorang-pria-di-belitung-timur-hilang-di-duga-diterkam-buaya-di-kolong-kero</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">MANGGAR, BELITUNG TIMUR &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi kejadian yang menimpa &nbsp;Samsul (47), seorang warga Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Ia dilaporkan hilang dan diduga kuat menjadi korban serangan buaya saat mencari udang di kawasan perairan Kolong Kero pada Kamis (6/8/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa ini bermula saat Samsul berangkat dari kediamannya di Jalan Pelabuhan Lama Lipat Karang menuju Kolong Kero pada pukul 11.00 WIB. Biasanya, ia sudah kembali ke rumah setelah mencari udang selama 2 hingga 3 jam. Namun, hingga Kamis sore, korban tak kunjung pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawasan Kolong Kero sendiri selama ini memang dikenal oleh warga setempat sebagai salah satu habitat buaya &nbsp;muara. Dugaan bahwa korban diterkam predator buas tersebut mencuat setelah warga dan keluarga menemukan barang-barang milik korban yang tergeletak begitu saja di pinggir perairan.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa curiga, pihak keluarga dan rekan-rekan korban melakukan pencarian menyisir area Kolong Kero. Kekhawatiran keluarga berubah menjadi kepanikan ketika pada pukul 18.10 WIB, mereka menemukan sepeda motor, peralatan mencari udang, serta ember hitam milik korban berada tepat di pinggir air tanpa ada tanda-tanda keberadaan korban. Temuan inilah yang menguatkan indikasi bahwa korban ditarik oleh buaya saat sedang berada di tepi air.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapati hal tersebut, sang istri, Sun Moi, segera melaporkan kejadian ini ke Pos SAR Belitung pada pukul 18.30 WIB untuk meminta bantuan SAR.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan kondisi membahayakan manusia (KMM) tersebut, Tim Rescuer dari Pos SAR Belitung langsung diterjunkan ke lokasi kejadian pada pukul 18.48 WIB. Saat ini, sebanyak enam personel SAR bersama sebelas orang dari pihak keluarga tengah menyisir area penemuan barang bukti.</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi SAR gabungan ini dikerahkan secara maksimal dengan melibatkan sejumlah alat utama (Alut), di antaranya perahu karet (rubber boat), perlengkapan medis dan komunikasi, hingga akses satelit Starlink. Untuk menyiasati kondisi gelap dan memantau pergerakan suhu di sekitar perairan yang rawan buaya, tim SAR juga menerbangkan drone thermal dan juga mengerahkan 1 unit alat CAPE (Crocodille Attack Protection Equipment) sebagai pelindung tim SAR dari predator buas saat melakukan pencarian.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. &nbsp;Pencarian di malam hari sangat menantang karena terbatasnya jarak pandang (visibility), ditambah lagi dengan risiko ancaman satwa buas di habitat aslinya. Tim gabungan terus berupaya dengan penuh kewaspadaan agar korban dapat segera ditemukan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13214</guid>
                <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 16:55:57 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Operasi SAR Ditutup: Korban Terakhir ABK KM Kenanga Indah Berhasil Ditemukan]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/operasi-sar-ditutup-korban-terakhir-abk-km-kenanga-indah-berhasil-ditemukan</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​BANGKA TENGAH &ndash; Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah yang hilang terseret arus di Perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, secara resmi berakhir. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Rikky (22) pada Rabu (29/7/2026) petang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 18.40 WIB. Titik penemuan berada pada jarak sekitar 13 nautical mile (NM) dari lokasi awal kejadian atau Last Known Position (LKP).</p>
<p style="text-align: justify;">​Sesaat setelah penemuan, Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi jasad korban dan membawanya menuju RSUD Bangka Tengah untuk proses lebih lanjut, menyusul rekannya yang telah lebih dulu dievakuasi ke rumah sakit yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">​Dengan ditemukannya Rikky, maka seluruh korban insiden nahas di Perairan Lubuk Besar ini telah dievakuasi. Sebelumnya, pada pagi harinya, Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan M. Farhan (25) yang juga dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 3 nautical mile dari LKP.</p>
<p style="text-align: justify;">​Sebagai kilas balik, peristiwa ini bermula pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Rikky yang tengah mandi di bagian buritan kapal tiba-tiba terjatuh ke laut akibat kapal oleng. Melihat kejadian tersebut, M. Farhan dengan sigap melompat ke laut berniat memberikan pertolongan. Nahas, arus laut yang sangat kencang justru menyeret kedua korban yang sama-sama mengenakan pakaian hitam tersebut hingga dinyatakan hilang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Mengingat seluruh korban telah berhasil ditemukan, operasi SAR gabungan resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat&mdash;meliputi Rescuer Unit Siaga SAR (USS) Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, serta masyarakat dan nelayan setempat&mdash;dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">​Menutup jalannya operasi SAR, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat maritim.<br>​"Kami mewakili seluruh unsur SAR yang terlibat mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ungkap Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesadaran akan keselamatan di wilayah perairan. "Mengingat kondisi cuaca dan arus laut yang kerap berubah dengan cepat, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan maupun awak kapal, untuk selalu mengutamakan keselamatan. Pastikan alat keselamatan seperti life jacket atau pelampung selalu tersedia dan digunakan. Tetap waspada dan perhatikan kondisi sekitar sebelum melakukan aktivitas di laut agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13213</guid>
                <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 12:32:00 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Satu ABK KM Kenanga Indah Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/satu-abk-km-kenanga-indah-ditemukan-meninggal-dunia-tim-sar-gabungan-lakukan-evakuasi</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA TENGAH&ndash; Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan terhadap dua Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah yang hilang di Perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, membuahkan hasil. Satu korban atas nama Rikky (22) berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Korban ditemukan mengambang di perairan dengan jarak sekitar 3 nautical mile dari lokasi awal kejadian atau *Last Known Position* (LKP). Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi dan membawa jenazah Rikky menuju RSUD Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyusul penemuan Rikky, operasi SAR gabungan kini memfokuskan penyisiran untuk mencari satu korban tersisa, yakni M. Farhan (25), yang juga terseret arus saat mencoba menolong rekannya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, kedua korban dilaporkan hilang usai terjatuh dan terseret arus kencang pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden bermula ketika Rikky yang sedang mandi di bagian buritan kapal tiba-tiba terjatuh ke laut akibat kapal oleng.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengetahui kejadian tersebut, M. Farhan bergegas melompat dengan niat memberikan pertolongan. Nahas, derasnya arus laut di perairan tersebut justru membawa kedua korban yang sama-sama mengenakan pakaian berwarna hitam itu terseret menjauh dan menghilang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilik kapal, Albar Gumilar, kemudian melaporkan kejadian ini ke Kantor Basarnas Pangkalpinang pada Senin malam, setelah upaya pencarian darurat oleh sesama ABK dan nelayan setempat hingga pukul 19.00 WIB tidak membuahkan hasil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, sebelumnya telah menerjunkan 1 Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Toboali untuk menyisir titik koordinat jatuhnya korban menggunakan perahu karet.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, operasi SAR gabungan masih terus berlangsung. Pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Rescuer USS Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, serta masyarakat dan nelayan setempat.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13212</guid>
                <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 10:11:05 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Cari Dua ABK KM Kenanga Indah Hilang Terseret Arus di Perairan Lubuk Besar]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-cari-dua-abk-km-kenanga-indah-hilang-terseret-arus-di-perairan-lubuk-besar</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA TENGAH &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi kejadian yang menimpa dua orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah. Keduanya dilaporkan hilang atau berstatus dalam pencarian (DP) usai terjatuh dan terseret arus kencang di Perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, pada Senin (27/7/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Insiden tersebut terjadi pada pukul 11.00 WIB. Peristiwa bermula ketika salah satu korban, Rikky (22), sedang mandi di bagian buritan kapal. Secara tiba-tiba kapal mengalami oleng sehingga mengakibatkan Rikky terjatuh ke laut. Mengetahui kejadian tersebut, rekannya yang bernama M. Farhan (25) bergegas melompat dengan niat memberikan pertolongan. Namun sayangnya, karena kondisi arus laut yang sangat kencang, kedua korban justru terbawa arus dan menghilang.</p>
<p style="text-align: justify;">Rekan-rekan sesama ABK bersama nelayan setempat telah berupaya melakukan pencarian darurat di sekitar lokasi kejadian hingga pukul 19.00 WIB. Lantaran korban tak kunjung ditemukan, pemilik kapal, Albar Gumilar, segera melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Basarnas Pangkalpinang pada pukul 20.19 WIB guna meminta bantuan SAR.</p>
<p style="text-align: justify;">Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang memberangkatkan 1 Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Toboali menuju lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP). Kedua korban diketahui sama-sama mengenakan pakaian berwarna hitam.</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi SAR (Pencarian dan Pertolongan) gabungan ini melibatkan Rescuer USS Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, dan nelayan setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mikel Rachman Junika, Kakansar Pangkalpinang menjelaskan "Semalam kita terima informasi dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan pencarian. Proses pencarian akan dilakukan pagi ini dengan menggunakan rubberboat menyisir di area lokasi kejadian hingga area yang sudah kita tentukan. Semoga upaya pencarian pada hari ini dapat membuahkan hasil." Jelas Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR gabungan masih terus berlangsung guna menyisir titik koordinat jatuhnya korban.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13211</guid>
                <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 08:49:10 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN BERHASIL TEMUKAN KORBAN DITERKAM BUAYA DI SUNGAI BATURUSA]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-berhasil-temukan-korban-diterkam-buaya-di-sungai-baturusa</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &ndash; Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Radit, korban yang dilaporkan hilang akibat diterkam buaya di aliran Sungai Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, akhirnya membuahkan hasil. Pada Senin (20/7/2026) pagi, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh korban berhasil ditemukan pada pukul 10.55 WIB pada radius sekitar 2 Kilometer dari lokasi kejadian awal (Last Known Position / LKP). Proses penemuan korban berlangsung dramatis. Sejak dimulainya operasi penyisiran pada pagi hari, Tim SAR Gabungan di lapangan sempat beberapa kali melihat predator buas tersebut muncul ke permukaan air. Saat terpantau oleh tim, buaya tersebut masih menggigit tubuh korban di mulutnya, sebelum akhirnya kembali menyelam dan menghilang ke dasar sungai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak menyerah, Tim SAR Gabungan terus mempersempit area pencarian dan melakukan penyisiran secara intensif di sekitar lokasi kemunculan buaya.</p>
<p style="text-align: justify;">"Upaya penyisiran yang terus dilakukan oleh tim akhirnya membuahkan hasil. Predator buas tersebut akhirnya melepaskan gigitannya, dan tubuh korban ditemukan mengapung di permukaan air, tidak jauh dari posisi perahu karet (rubberboat) milik Basarnas yang sedang melakukan penyisiran," ungkap Supani.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengetahui hal tersebut, personel Tim SAR Gabungan yang berada di rubberboat bergerak cepat dan sigap untuk mengevakuasi tubuh korban dan memasukannya ke dalam kantong jenazah. Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa menuju Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Bangka Belitung untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan telah ditemukannya korban, maka Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) di aliran Sungai Baturusa ini secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup."Kami mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban. Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat, meliputi Polairud, BPBD, Aparat Desa setempat, serta masyarakat yang telah bahu-membahu bersama Rescuer Basarnas dalam operasi kemanusiaan ini," tutupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13210</guid>
                <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 07:23:50 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[DITERKAM BUAYA SAAT PINDAHKAN PONTON DI SUNGAI BATURUSA, TIM SAR LAKUKAN PENCARIAN]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/diterkam-buaya-saat-pindahkan-ponton-di-sungai-baturusa-tim-sar-lakukan-pencarian</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang merespons cepat laporan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) terkait hilangnya seorang warga yang diduga kuat diterkam buaya di aliran Sungai Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, pada Senin (20/7/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">​Korban diketahui bernama Radit, seorang pria yang berdomisili di Desa Tempilang. Kejadian nahas tersebut bermula pada Minggu malam (19/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan kronologi yang didapatkan, korban saat itu sedang melakukan aktivitas pemindahan ponton rajuk tower milik seorang warga di aliran sungai tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">​Rekan korban, Jaka, yang saat itu berada di sekitar lokasi menuturkan bahwa Radit tiba-tiba menghilang. Ia hanya mendengar suara riakan air yang keras dari arah sungai. Setelah berupaya melakukan pencarian secara mandiri dan korban tak kunjung ditemukan, kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat dan dilanjutkan ke Basarnas untuk meminta bantuan SAR.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang langsung memberangkatkan satu Tim Rescue dari Kansar Pangkalpinang menuju Last Known Position (LKP) atau lokasi kejadian untuk segera melaksanakan operasi pencarian.</p>
<p style="text-align: justify;">​Operasi SAR ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Tim SAR Gabungan. Adapun personel yang terlibat di lapangan terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, personel Polairud, personel BPBD, aparat desa setempat, serta dibantu oleh beberapa masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Dantim Basarnas, Supani menjelaskan "Pagi hari ini kita melakukan upaya pencarian terhadap 1 orang pekerja tambang yang semalam hilang diterkam buaya di aliran sungai baturusa saat melakukan aktivitas. Upaya pencarian hari ini kita menurukan 1 buah rubber boat di bantu potensi SAR dan masyarakat juga untuk melakukan penyisiran di sekitaran LKP dan sepanjang sungai. Semoga upaya pencarian dapat dengan segera membuahkan hasil" jelas Supani.</p>
<p style="text-align: justify;"><br>​Basarnas mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, khususnya yang rawan akan kehadiran hewan buas, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13209</guid>
                <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 12:08:18 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN LAKUKAN MEDEVAC TERHADAP ABK KAPAL TANKER MT ALEJANDRO DI ALUR PELAYARAN PANGKALBALAM.]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-lakukan-medevac-terhadap-abk-kapal-tanker-mt-alejandro-di-alur-pelayaran-pangkalbalam</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG, 14 JULI 2026 &ndash; Kantor pencarian dan pertolongan pangkalpinang menerima informasi permintaan medis evakuasi dari salah satu Abk kapal Tanker MT Alejandro yang berada di alur pelayaran pelabuhan pangkalbalam.</p>
<p style="text-align: justify;">​Korban bernama Syahrul Achmad, pemuda berusia 22 tahun, dilaporkan mengalami nyeri dada sebelah kanan disertai sesak napas yang parah saat kapal sedang berada di area on board alur pelayaran.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa informasi mengenai kondisi darurat medis (Medevac) ini pertama kali diterima oleh Kansar Pangkalpinang pada pukul 15.33 WIB dari Hamdan, perwakilan agen kapal MT Alejandro.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Berdasarkan laporan kronologi awal, kapal tanker MT Alejandro sedianya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Uban pada tanggal 8 Juli 2026 dan dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam pada Selasa sore pukul 18.30 WIB. Namun, akibat kondisi air laut yang sedang surut, kapal tertahan dan tidak dapat memasuki alur pelayaran. Di saat bersamaan, salah satu ABK mengalami sesak napas akut sehingga rekan korban segera menghubungi pihak kami untuk meminta bantuan SAR," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Merespons laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang langsung menggerakkan Tim Rescue pada pukul 15.51 WIB menuju Pelabuhan Pangkalbalam. Setibanya di sana, tim penyelamat langsung berkoordinasi dan bergerak bersama unsur gabungan dari Ditpolairud Polda Babel, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Pangkalpinang, dan KSOP Pangkalbalam menggunakan KP 3001 Satam milik Ditpolairud.</p>
<p style="text-align: justify;">​Meskipun dihadapkan dengan kondisi cuaca berawan serta hembusan angin tenggara berkecepatan 13 knots dan tinggi gelombang mencapai 0,7 meter, Tim SAR Gabungan berhasil merapat di lambung kapal MT Alejandro pada pukul 17.46 WIB. Tim medis dari BKK Pangkalpinang langsung melakukan pemeriksaan awal di atas kapal guna memastikan kondisi korban stabil sebelum dipindahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">​Proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar. Pada pukul 18.14 WIB, korban berhasil dipindahkan ke kapal rescue dan dibawa menuju Dermaga Polairud. Tim SAR Gabungan tiba di pelabuhan pada pukul 18.51 WIB, di mana mobil ambulans telah bersiap untuk langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang demi mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">​Setelah seluruh proses evakuasi dipastikan selesai dan korban telah ditangani pihak rumah sakit, unsur SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 19.02 WIB. Operasi SAR Medevac ini secara resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh personel serta alut yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">​Keberhasilan operasi penyelamatan yang cepat dan responsif ini didukung oleh sinergi yang solid dari berbagai unsur yang terlibat, antara lain 4 personel Rescue Kansar Pangkalpinang, 4 personel Ditpolairud Polda Babel, 4 personel BKK Pangkalpinang, 2 personel KSOP Pangkalbalam, serta 1 orang agen kapal. Operasi ini ditunjang dengan pemanfaatan teknologi komunikasi satelit Starlink untuk memastikan koordinasi tanpa hambatan di laut.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13208</guid>
                <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 07:23:50 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Jalur Pelabuhan Tertutup Kapal Kandas, Tim SAR Evakuasi 253 Penumpang KM Sewindu di Pangkalbalam]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/jalur-pelabuhan-tertutup-kapal-kandas-tim-sar-evakuasi-253-penumpang-km-sewindu-di-pangkalbalam</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima laporan darurat terhadap &nbsp;Kapal Motor (KM) Sewindu yang mengangkut 253 penumpang &nbsp;yang mengalami trouble di Alur Pelayaran Pangkalbalam pada Senin (13/7/2026).&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Insiden ini bermula saat KM Sewindu yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam pada Senin sore. Namun, alur pelayaran di sekitar Toren Gosong dilaporkan tidak bisa dilalui. Hal ini disebabkan oleh Kapal Alken Pesat yang mengalami kandas di jalur tersebut setelah dihantam cuaca buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat terblokirnya alur pelayaran, KM Sewindu tidak dapat merapat ke dermaga. Menyadari persediaan logistik makanan di atas kapal telah habis, Nakhoda KM Sewindu, Fajrul A, memutuskan untuk meminta bantuan evakuasi penumpang ke darat. Laporan tersebut diterima oleh Kansar Pangkalpinang pada pukul 12.11 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons kondisi darurat tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel, KSOP Pangkalbalam, dan Pelindo langsung dikerahkan. Menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Karna, tim bergerak cepat dari Pelabuhan Pangkalbalam menuju lokasi kejadian (Last Known Position/LKP).</p>
<p style="text-align: justify;">Proses evakuasi dari KM Sewindu ke atas KN SAR Karna berlangsung kondusif dan dinyatakan selesai pada pukul 15.05 WIB. Selanjutnya, tim bergerak membawa para korban kembali ke Pelabuhan Pangkalbalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat pada pukul 15.44 WIB, seluruh penumpang berhasil didaratkan di dermaga. Dari total 253 penumpang, 252 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga serta otoritas setempat. Sementara itu, satu orang penumpang dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Timah untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggapi insiden ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengimbau kepada seluruh pelaku pelayaran dan masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem di perairan Bangka Belitung.</p>
<p style="text-align: justify;">"Mengingat cuaca yang saat ini sering kali tidak bersahabat, kami mengimbau kepada seluruh nakhoda dan operator pelayaran untuk selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca sebelum memutuskan untuk berlayar. Pastikan juga ketersediaan logistik darurat dan kelengkapan alat keselamatan di atas kapal selalu dalam kondisi siap pakai," tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan penting bagi masyarakat luas terkait akses layanan bantuan Search and Rescue (SAR).<br>"Kami selalu menyiagakan personel dan alut untuk merespons cepat setiap kejadian. Bagi masyarakat yang mengetahui atau mengalami kondisi kedaruratan yang membahayakan jiwa manusia, baik di perairan, darat, maupun udara, jangan ragu untuk segera menghubungi Basarnas melalui layanan Emergency Call di nomor 115. Layanan ini siaga 24 jam dan bebas pulsa. Kami hadir di tengah masyarakat dengan semangat Quick Action," pungkasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berhasilnya proses evakuasi seluruh penumpang secara aman, Operasi SAR gabungan di perairan Pangkalbalam tersebut secara resmi dinyatakan ditutup, dan seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13207</guid>
                <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 07:24:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SEMPAT HILANG DI PERAIRAN RAMBAK, SEORANG NELAYAN DITEMUKAN SELAMAT]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/sempat-hilang-di-perairan-rambak-seorang-nelayan-ditemukan-selamat</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​SUNGAILIAT, 10 Juli 2026 &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Pantai Rambak, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.</p>
<p style="text-align: justify;">​Peristiwa bermula ketika korban a.n Mario(L/59) warga rambak tersebut berangkat melaut sendirian menggunakan perahu berwarna biru pada Kamis, 9 Juli 2026, sekitar pukul 04.35 WIB. Berdasarkan kebiasaan, korban seharusnya sudah kembali ke daratan pada siang hari. Namun, hingga larut malam pukul 23.49 WIB, korban belum juga kembali. Pihak keluarga bersama nelayan setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri, namun tidak membuahkan hasil. Kekhawatiran tersebut membuat perwakilan keluarga korban, Adam, menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang pada Jumat pagi pukul 07.45 WIB untuk meminta bantuan SAR.</p>
<p style="text-align: justify;">​Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang memberangkatkan satu tim rescue yang terdiri dari 5 personel menuju lokasi kejadian di pantai rambak.</p>
<p style="text-align: justify;">​setiba di lokasi tim rescue langsung berkoordinasi dengan instansi terkait serta Potensi SAR gabungan untuk memulai penyisiran. Proses pencarian ini dilakukan secara sinergis dengan melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari personel Rescue Kansar Pangkalpinang, personel Babinsa Koramil 0413 Merawang, personel SAR Brimob, personel Polair Polres Bangka, personel BPBD Bangka, personel Laskar Sekaban, serta bantuan nelayan setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Tim gabungan sempat menghadapi tantangan cuaca di lapangan, di mana hembusan angin dari arah Tenggara tercatat mencapai 14 knots dengan ketinggian gelombang laut berkisar antara 1 hingga 1,5 meter. Namun, upaya tak kenal lelah tersebut segera menemui titik terang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Pada pukul 10.20 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan yang melintas bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di area Perairan Tuing. Perahu korban kemudian langsung ditarik (towing) menuju ke Pantai Rambak. Sekitar pukul 10.50 WIB, nelayan yang membawa korban tiba di Pantai Rambak. Korban kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Menyusul keberhasilan evakuasi tersebut, Tim SAR Gabungan langsung menggelar debriefing pada pukul 11.00 WIB. Dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan selamat dan telah diserahkan kepada keluarga, Operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan dedikasi cepat tanggap yang telah ditunjukkan di lapangan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13206</guid>
                <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 07:24:43 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Selamatkan Sembilan Nelayan KM Kharisma Di Perairan Rebo]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-selamatkan-sembilan-nelayan-km-kharisma-di-perairan-rebo</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​PANGKALPINANG, 7 JULI 2026 &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) menerima laporan mengalami kondisi darurat di perairan yang menimpa KM Kharisma di perairan Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​Insiden ini bermula pada Senin (6/7/2026), ketika kapal pencari cumi berwarna putih-biru tersebut bertolak pulang menyisir perairan Pantai Rebo. Di tengah pelayaran sekitar pukul 15.05 WIB, kapal tersebut kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Para anak buah kapal (ABK) berusaha melakukan pengisian bahan bakar cadangan menggunakan jeriken.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;Namun malang, BBM cadangan tersebut ternyata telah terkontaminasi oleh air yang mengakibatkan mesin kapal KM Kharisma mengalami kerusakan total dan tidak dapat dihidupkan. Setelah upaya perbaikan mandiri oleh awak kapal selama berjam-jam tidak membuahkan hasil, awak kapal segera meminta bantuan evakuasi kepada Kansar Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Merespons panggilan darurat tersebut, Tim Rescue Kansar Pangkalpinang di bawah komando Kepala Kantor bergerak cepat menyusun skema penyelamatan. Operasi pencarian dan pertolongan segera digelar dengan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Karna beserta perlengkapan operasi yang komprehensif. Pada Selasa, 7 Juli 2026, tepat pukul 00.30 WIB, Tim SAR gabungan yang sedang melakukan penyisiran akhirnya berhasil menemukan Last Known Position (LKP) serta keberadaan fisik KM Kharisma yang terombang-ambing di lautan.</p>
<p style="text-align: justify;">​Tim SAR Gabungan di lapangan berhadapan dengan kondisi malam hari yang memiliki jarak pandang (visibility) terbatas sebagai satu-satunya kendala utama. Pada pukul 00.58 WIB, proses evakuasi langsung dimulai. Mengingat cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan demi meminimalisasi risiko sekunder, tim SAR gabungan memutuskan untuk melakukan towing (penarikan) terhadap KM Kharisma beserta seluruh awak di dalamnya untuk ditarik menuju area aman di Dermaga PTS Pelabuhan Pangkalbalam.</p>
<p style="text-align: justify;">​Operasi towing yang memakan waktu beberapa jam tersebut berjalan lancar berkat sinergitas yang solid antara personel Rescue Kansar Pangkalpinang, orang Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Karna, dan personel dari Polairud. Akhirnya, pada pukul 03.18 WIB, iring-iringan KN SAR Karna dan KM Kharisma tiba dengan selamat di Pelabuhan Pangkalbalam. Sembilan korban, yang diketahui berdomisili di Lontong Pancur, Kota Pangkalpinang&mdash;termasuk di antaranya seorang anak berusia 10 tahun bernama Arga&mdash;langsung menjalani pemeriksaan kondisi fisik secara singkat sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada perwakilan keluarga masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">​Dengan diserahkannya seluruh korban dalam kondisi sehat tanpa kurang suatu apa pun, Tim SAR gabungan segera melaksanakan debriefing evaluasi operasi pada pukul 03.34 WIB. Berdasarkan hasil evaluasi dan pencapaian keberhasilan misi kemanusiaan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang secara resmi mengusulkan penutupan operasi SAR KM Kharisma. Seluruh unsur dan potensi SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan profesionalitas yang telah ditunjukkan di lapangan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13205</guid>
                <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 12:25:27 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
