<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://pangkalpinang.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://pangkalpinang.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Wed, 17 Jun 2026 01:27:48 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi Penumpang MV Silver Cloud di Perairan Belitung.]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-penumpang-mv-silver-cloud-di-perairan-belitung</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Belitung &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang melalui Unit Siaga SAR Tanjung Pandan melakukan operasi evakuasi medis darurat _(Medevac)_ terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat dari kapal pesiar MV Silver Cloud yang dikabarkan sakit di atas kapal saat berada di perairan selat Karimata.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang menjelaskan bahwa operasi ini bermula dari informasi *Basarnas Command Center* (BCC) pada Sabtu (9/5/2026) malam. Kapal yang sedang dalam pelayaran dari Singapura menuju Belitung tersebut melaporkan adanya kondisi darurat medis pada salah satu penumpangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">"Korban yang diketahui bernama Hebert John David (61) dilaporkan mengalami nyeri hebat dengan skala 9 di bagian perut sebelah kiri. Empat hari sebelumnya, korban juga mengeluhkan nyeri pada leher yang menjalar ke bahu kiri dan dada, disertai kemerahan, sehingga nakhoda kapal segera meminta bantuan evakuasi," jelas Mikel, Kakansar Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Persiapan evakuasi dimulai sejak Sabtu malam melalui _briefing_ pemantapan rencana pergerakan. Bersamaan dengan itu, petugas siaga Kom Center terus memantau pergerakan kapal pesiar yang mulai mengarah ke titik temu (rendezvous point). Setelah dipantau secara intensif sepanjang malam, pada Minggu dini hari MV Silver Cloud terpantau telah mendekati perairan Pulau Lengkuas di depan Pelabuhan Tanjung Pandan. Tim SAR Gabungan kemudian segera diberangkatkan dari dermaga menggunakan Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas menuju lokasi penjemputan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setibanya di lokasi, RIB berhasil merapat dan bersandar pada lambung kapal MV Silver Cloud. Tim SAR langsung naik ke atas geladak untuk berkoordinasi dengan nakhoda mengenai prosedur pemindahan. Di saat yang sama, Tim Medis dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban untuk memastikan kelayakannya sebelum dipindahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah situasi dinyatakan aman, korban dipindahkan dari kapal pesiar ke atas RIB Basarnas pada pukul 05.00 WIB untuk segera dibawa kembali ke darat. Sekitar setengah jam perjalanan membelah gelombang laut, tim beserta korban akhirnya tiba dengan selamat di Dermaga Tanjung Pandan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di darat, operasi evakuasi laut dinyatakan selesai dan korban langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Belitung guna mendapatkan penanganan medis lanjutan yang komprehensif.</p>
<p style="text-align: justify;">Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi kuat unsur Tim SAR Gabungan yang melibatkan personel Tim Rescue Pos SAR Beltim dan USS Tanjung Pandan, Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, BKK Belitung, Imigrasi, KSOP Belitung, serta agen kapal terkait.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Kakansar Pangkalpinang bapak Mikel Rachman Junika menjelaskan "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas soliditas dan respons cepat dari seluruh unsur Tim SAR Gabungan. Sinergi yang luar biasa antara personel Basarnas, Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, BKK Belitung, Imigrasi, KSOP Belitung, serta agen kapal membuat proses medis evakuasi di tengah laut ini berjalan dengan aman, cepat, dan lancar hingga korban mendapatkan penanganan medis di rumah sakit," ujar Beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain memberikan apresiasi, Kepala Kansar Pangkalpinang juga memberikan himbauan tegas kepada seluruh nakhoda, kru kapal, dan pelaku aktivitas maritim yang melintas atau beraktivitas di wilayah perairan Bangka Belitung.<br>"Kami menghimbau kepada seluruh nakhoda dan agen pelayaran agar tidak ragu dan segera menghubungi *Basarnas Command Center* (BCC) atau Kantor SAR terdekat apabila mengalami kondisi darurat medis maupun kecelakaan di atas kapal. Kecepatan pelaporan sangat menentukan keberhasilan dan keselamatan nyawa korban, *response time* (waktu tanggap) adalah kunci. Selain itu, kami juga mengingatkan agar selalu memantau *update* informasi cuaca dari BMKG sebelum dan selama berlayar demi keselamatan bersama," tegasnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13191</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 18:34:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KAPAL KARAM DI PERAIRAN KARANG MERAH, NELAYAN ASAL PANGKALPINANG DITEMUKAN SELAMAT.]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/kapal-karam-di-perairan-karang-merah-nelayan-asal-pangkalpinang-ditemukan-selamat</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​PANGKALPINANG &ndash; Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan asal Pangkalpinang, Agus Masmutas (60), yang dilaporkan karam di Perairan Karang Merah, Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, ditutup dengan hasil korban ditemukan dalam keadaan selamat pada Sabtu (25/4/2026). Korban berhasil diselamatkan setelah ditemukan secara tidak sengaja oleh nelayan yang sedang melintas di kawasan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kejadian bermula saat korban berangkat dari Pelabuhan Serata Pasir Padi menuju area tangkapan (fishing ground) di Perairan Karang Merah pada pukul 04.00 WIB. Menjelang siang, tepatnya pada pukul 11.30 WIB, korban sempat menghubungi rekannya untuk meminta pertolongan karena kapalnya mengalami karam akibat dihantam cuaca buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">​Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh dua kapal nelayan yang merupakan rekan korban, namun tidak membuahkan hasil. Pihak keluarga korban kemudian meneruskan laporan kejadian ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang pada pukul 13.15 WIB.<br>​Merespons laporan darurat tersebut, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Bapak Mikel Rachman Junika, segera menginstruksikan pergerakan personel. Tim Rescue diberangkatkan menuju Last Known Position (LKP) pada pukul 13.32 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas dan Bakamla Babel tiba di lokasi pada pukul 14.48 WIB di tengah kondisi cuaca hujan dan angin kencang. Tim langsung turun melakukan penyisiran menggunakan Rubber Boat di sekitar lokasi kejadian," jelas Bapak Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">​Di tengah proses pencarian yang sedang berlangsung, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari seorang nelayan yang kebetulan melintas di sekitar perairan tersebut. Nelayan tersebut menginformasikan bahwa ia telah menemukan korban beserta kapalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">​Mendapat informasi tersebut, pada pukul 16.00 WIB Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju titik penemuan pada koordinat 2&deg;1'14.47"S - 106&deg;12'39.64"E guna memastikan kondisi korban. Korban dipastikan dalam keadaan selamat dan langsung dievakuasi merapat ke Dermaga Serata Pasir Padi, Pangkalpinang. Rombongan evakuasi tiba di dermaga pada pukul 16.51 WIB dan korban segera diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi stabil.</p>
<p style="text-align: justify;">​Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi dari berbagai unsur SAR Gabungan di lapangan, yang terdiri dari ​Rescuer Kantor SAR Pangkalpinang, ​Bakamla Babel dan ​Nelayan Pasir Padi.</p>
<p style="text-align: justify;">​Menyusul keberhasilan evakuasi tersebut, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 17.10 WIB. "Dengan telah diserahkannya korban kepada keluarga dalam keadaan selamat, Operasi SAR secara resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja kerasnya di lapangan," tutup Bapak Mikel.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13190</guid>
                <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 05:52:54 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Pendaki yang sesak nafas di Bukit Pau, Bangka Tengah]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-berhasil-evakuasi-pendaki-yang-sesak-nafas-di-bukit-pau-bangka-tengah</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG&ndash; &nbsp;Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang berhasil mengevakuasi seorang pendaki wanita, Aisah Selfiani (19), yang mengalami kondisi darurat medis di kawasan Bukit Pau, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, pada Jumat (24/4/2026) malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi evakuasi berlangsung dramatis mengingat medan yang terjal dan kondisi korban yang kian melemah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa ini bermula saat korban bersama rekannya, Bapak Manurung, mulai mendaki menuju puncak Bukit Pau pada pukul 16.00 WIB. Setibanya di puncak bukit, korban mengeluh pusing yang diduga akibat masuk angin. Mengetahui hal tersebut, rekan korban menyarankan agar mereka beristirahat sejenak.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beristirahat hingga pukul 18.30 WIB, kondisi Aisah tidak kunjung membaik. Rekan korban kemudian berinisiatif menggendong korban untuk turun dari puncak bukit. Namun, tidak jauh berjalan, korban justru mengalami muntah hebat hingga tubuhnya sangat lemas. Mengingat kondisi fisik korban dan medan yang terjal, rekan korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang pada pukul 19.47 WIB untuk meminta bantuan evakuasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan tersebut, satu tim *Rescue* Kansar Pangkalpinang langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 20.02 WIB. Tim segera bergerak menuju titik keberadaan korban yang berada pada ketinggian kurang lebih 210 meter di atas permukaan laut (MDPL).</p>
<p style="text-align: justify;">Dipimpin langsung oleh Ahmad Syamsuddin, tim *rescue* bergegas mengevakuasi korban yang sudah dalam keadaan lemas. Mengingat lokasi korban berada di area dinding bukit yang terjal, tim memutuskan untuk menggunakan metode &nbsp;*System lowering* untuk menurunkan korban dari atas bukit menuju ke kaki bukit dengan aman.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melalui proses evakuasi yang cukup panjang dan menegangkan, pada pukul 21.30 WIB korban akhirnya berhasil dibawa turun mencapai kaki bukit. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang menggunakan ambulans PSC 119 milik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, memberikan apresiasi atas respons cepat dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">"Kami menerima laporan adanya kondisi membahayakan manusia di Bukit Pau dan segera memberangkatkan tim untuk melakukan tindakan penyelamatan. Mengingat medan cukup terjal, tim menggunakan peralatan *mountaineering* dengan sistem *lowering* untuk memastikan korban dapat dievakuasi ke bawah dengan aman tanpa memperburuk kondisinya," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau juga mengimbau kepada masyarakat dan para pecinta alam agar selalu memperhatikan kondisi fisik serta kesiapan perlengkapan sebelum melakukan aktivitas pendakian.</p>
<p style="text-align: justify;">"Kami bersyukur korban dapat dievakuasi dengan selamat berkat informasi cepat dari rekan korban dan kerja keras tim gabungan di lapangan. Kami mengimbau agar para pendaki selalu waspada, ukur kemampuan fisik, dan pastikan membawa perlengkapan standar demi keselamatan bersama," pungkasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berhasilnya korban dievakuasi ke rumah sakit, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat, termasuk masyarakat setempat yang turut membantu, dikembalikan ke kesatuan masing-masing.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13189</guid>
                <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 15:46:47 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Pencarian Nelayan Desa Delas memasuki Hari Kelima: Tim SAR Gabungan Terbangkan Drone Thermal di Malam Hari]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/pencarian-nelayan-desa-delas-memasuki-hari-kelima-tim-sar-gabungan-terbangkan-drone-thermal-di-malam-hari</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA SELATAN&ndash; Memasuki hari kelima, operasi pencarian terhadap Doli (40), nelayan Desa Delas yang diduga hilang diterkam buaya di Sungai Nyirih, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, masih terus berlanjut. Sayangnya, hingga Senin (20/4/2026) sore, penyisiran intensif yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak pagi hari, tim gabungan yang terdiri dari Rescuer Kantor SAR Pangkalpinang, Unit Siaga SAR Toboali, aparat Kepolisian, personel TNI AD, serta puluhan warga dan nelayan setempat telah bersinergi melakukan penyisiran di titik duga (LKP) dan area perairan sekitarnya. Mengingat lokasi tersebut merupakan habitat predator buas, seluruh pergerakan tim di air diawasi secara ketat dan dibekali dengan *Crocodile Attack Protection Equipment* (CAPE) demi menjamin keselamatan personel.</p>
<p style="text-align: justify;">Kendati penyisiran darat dan air telah dilakukan secara maksimal hingga sore hari, tanda-tanda keberadaan korban masih nihil. Tingkat kesulitan medan yang didominasi rawa dan ancaman bahaya dari satwa liar menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak menyerah pada keadaan, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk melanjutkan pencarian pada malam hari dengan strategi yang berbeda. Menghindari risiko pergerakan fisik di sungai yang gelap, Basarnas mengerahkan teknologi pemantauan udara berupa *Drone Thermal*.</p>
<p style="text-align: justify;">"Penyisiran darat dan perairan bersama rekan-rekan potensi SAR &nbsp;dan warga hingga sore tadi masih nihil. Mengingat tingginya ancaman bahaya di malam hari, kami memaksimalkan penggunaan *Drone Thermal* untuk mendeteksi anomali suhu tubuh dari udara, khususnya di titik-titik rawa yang sulit dijangkau," ungkap Afrian Nur Fajar selaku Dantim Operasi SAR Gabungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran *drone thermal* ini diharapkan dapat menembus keterbatasan visual di malam hari dan segera menemukan titik terang terkait keberadaan korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, pemantauan udara masih berlangsung di bawah koordinasi Tim SAR Gabungan. Masyarakat setempat kembali diimbau secara tegas untuk tidak mendekati area pinggiran sungai dan menghentikan aktivitas di perairan tersebut sementara waktu demi keselamatan bersama</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13188</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 18:22:59 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Pencarian Hari Ke-5: Parjiman, Nelayan yang Hilang di Karang Kering Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Punggur]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/pencarian-hari-ke5-parjiman-nelayan-yang-hilang-di-karang-kering-ditemukan-meninggal-dunia-di-pantai-punggur</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​SUNGAILIAT &ndash; Operasi pencarian terhadap Parjiman (55), nelayan asal Air Ruay yang hilang di perairan Karang Kering sejak Selasa lalu, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari kelima, Minggu (19/4/2026) sore.</p>
<p style="text-align: justify;">​Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 17.00 WIB dalam posisi terdampar di pesisir Perairan Pantai Punggur, Desa Tuing, Kabupaten Bangka. Penemuan ini segera dilaporkan kepada Tim SAR Gabungan yang saat itu tengah melakukan penyisiran di wilayah Pantai Rebo.</p>
<p style="text-align: justify;">​Mendapat informasi tersebut, tim rescue yang berada di lapangan segera bergegas menuju lokasi penemuan di Desa Tuing untuk melakukan proses evakuasi.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi Pantai Punggur setelah menerima laporan dari masyarakat. Benar bahwa jasad yang ditemukan adalah saudara Parjiman yang kita cari selama lima hari terakhir," ungkap Darma.</p>
<p style="text-align: justify;">​Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Sungailiat untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa korban.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Bapak Parjiman. Upaya maksimal telah dilakukan oleh seluruh unsur gabungan selama lima hari ini. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan warga Desa Tuing yang telah membantu memberikan informasi sehingga korban berhasil ditemukan," ujar Kepala Kansar Pangkalpinang dalam laporan resminya.</p>
<p style="text-align: justify;">​Beliau juga menambahkan bahwa dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR ini secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. "Seluruh unsur SAR Gabungan, mulai dari Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, Kompi C Sungailiat Brimob, Bakamla Babel, BPBD Kab. Bangka dan tim Laskar Sekaban, hingga pihak keluarga, kami kembalikan ke kesatuan masing-masing," tutupnya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13187</guid>
                <pubDate>Wed, 17 Jun 2026 01:27:48 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Diduga Diterkam Buaya, Nelayan Desa Delas Hilang di Sungai Nyirih Bangka Selatan]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/diduga-diterkam-buaya-nelayan-desa-delas-hilang-di-sungai-nyirih-bangka-selatan</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">​BANGKA SELATAN &ndash; Tim SAR Gabungan meluncurkan operasi pencarian intensif di Sungai Nyirih, Kecamatan Air Gegas, setelah seorang nelayan dilaporkan hilang yang diduga kuat akibat serangan buaya pada Kamis (16/4/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">​Korban, Doli (40), dilaporkan hilang saat tengah mencari ikan bersama rekannya menggunakan sampan pada pukul 09.00 WIB. Kecurigaan muncul ketika rekan korban melihat sampan milik Doli ditemukan dalam kondisi kosong di tengah sungai tak lama setelah mereka berpencar. Mengingat lokasi tersebut dikenal sebagai habitat buaya, warga segera melaporkan kejadian ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggapi tingginya risiko serangan predator di lokasi pencarian, Kantor SAR Pangkalpinang membekali tim rescue dengan peralatan khusus. Sebanyak 2 set CAPE (Crocodile Attack Protection Equipment) dikerahkan ke lapangan guna melindungi personel saat melakukan penyisiran di area perairan yang rawan.</p>
<p style="text-align: justify;">​"Selain tim dari Pangkalpinang dan Unit Siaga SAR Toboali, kami juga mengerahkan Drone Thermal untuk menyisir area rawa dari udara. Peralatan keselamatan dari serangan buaya (CAPE) menjadi prioritas utama demi keamanan personel di lapangan," ungkap otoritas SAR setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">​Kronologi Kejadian<br>Kejadian bermula saat korban dan rekannya masing-masing menggunakan sampan untuk mencari ikan. Rekan korban sempat mendahului beberapa saat, namun saat menoleh kembali, korban sudah tidak terlihat di atas sampannya. Upaya pencarian oleh warga Desa Delas sempat dilakukan secara mandiri sebelum akhirnya meminta bantuan Kantor SAR Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">​Hingga sore ini, tim yang terdiri dari 6 Rescuer Kansar Pangkalpinang dan 3 Rescuer USS Toboali telah berada di lokasi untuk melakukan pemetaan dan penyisiran awal di titik koordinat 2&deg;53'3.54"S 106&deg;18'28.32"E.</p>
<p style="text-align: justify;">​Masyarakat setempat dihimbau untuk tetap waspada dan menjauhi pinggiran sungai sementara waktu selama proses pencarian berlangsung guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13186</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:25:11 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Belum Kembali dari Melaut, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Karang Kering Sungailiat]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/belum-kembali-dari-melaut-seorang-nelayan-hilang-di-perairan-karang-kering-sungailiat</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">SUNGAILIAT &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang mengerahkan tim rescue untuk mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Karang Kering, Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Rabu (15/4/2026) malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Korban diketahui bernama Parjiman (55), warga Gang Enggano 1, Air Ruay, Sungailiat. Ia dilaporkan hilang setelah tidak kunjung pulang dari melaut sejak berangkat pada Selasa pagi kemarin.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menjelaskan bahwa informasi kehilangan ini diterima dari pihak keluarga korban pada Rabu malam pukul 20.23 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">"Korban berangkat menggunakan kapal nelayan berwarna cokelat putih dengan lis kuning biru pada Selasa, 14 April pukul 06.00 WIB. Biasanya korban sudah kembali ke darat pada pagi hari berikutnya, namun hingga laporan kami terima, korban belum ada kabar," tulis laporan resmi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggapi laporan tersebut, Tim Rescue Kansar Pangkalpinang langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 20.40 WIB. Tim bergerak menuju titik koordinat perkiraan di 1&deg;48'45.36"S 106&deg;10'19.26"E, atau sekitar 4 nautical mile dari dermaga nelayan II sungailiat</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi SAR ini turut didukung unsur SAR Gabungagn yakni personel rescuer Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel,Satpolairud Polres Bangka, Laskar Sekaban dan perwakilan keluarga korban.</p>
<p style="text-align: justify;">"Semalam juga saat tiba di muara jelitik, kita menerima info dari keluarga korban bahwa kapal korban berhasil ditemukan oleh nelayan yang tidak sengaja melintas &nbsp;di sekitaran LKP, namun korban tidak ditemukan diatas kapal nya. Kemudian pencarian di hentikan dan dilanjutkan pada pagi hari mengingat cuaca dan pencahayaan yang kurang" Jelas Mikel.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13185</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:25:15 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[BASARNAS PANGKALPINANG RESMI BUKA SIAGA SAR KHUSUS LEBARAN IDUL FITRI 1447 H]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/basarnas-pangkalpinang-resmi-buka-siaga-sar-khusus-lebaran-idul-fitri-1447-h</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt; margin: 10.0pt 0cm 10.0pt 0cm;">PANGKALPINANG &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang resmi menggelar Apel Gelar Pasukan sebagai penanda dimulainya Siaga SAR Khusus Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (13/3/2026). Operasi siaga itu akan berlangsung selama 18 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;">Apel dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, selaku Inspektur Apel. Dalam sambutannya, Mikel menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kehadiran Basarnas dalam menjamin keselamatan masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><em>&ldquo;Siaga SAR Khusus ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kehadiran Basarnas untuk menjamin keselamatan masyarakat. Saya menginstruksikan kepada seluruh rescuer dan Anak Buah Kapal (ABK) agar selalu menjaga kesiapan fisik maupun peralatan, meningkatkan pemantauan di titik-titik rawan, dan memastikan respons cepat di setiap kondisi kedaruratan,&rdquo; ujar Mikel di hadapan para peserta apel.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;">Guna menunjang kelancaran operasi, Kantor SAR Pangkalpinang menyiagakan seluruh personel yang bertugas di kantor pusat, Pos SAR, maupun berbagai Unit Siaga SAR. Para ABK juga turut disiagakan untuk memastikan kesiapan penuh seluruh alat utama perairan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;">Siaga SAR Khusus Lebaran tahun ini memiliki sejumlah tujuan utama, yakni memastikan kesiapan personel dan alat utama SAR dalam kondisi prima, mengantisipasi potensi kecelakaan transportasi darat, laut, dan udara selama puncak arus mudik dan balik, serta bersiaga terhadap kondisi membahayakan manusia dan bencana alam di kawasan wisata. Keseluruhan upaya tersebut ditujukan untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun berwisata selama libur Lebaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 16.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;">Rangkaian apel gelar pasukan diakhiri dengan aksi defile atau konvoi kendaraan rescue milik Basarnas yang mengelilingi wilayah sekitar. Iring-iringan kendaraan taktis dan operasional itu menjadi simbol kesiapsiagaan personel sekaligus penanda resmi dimulainya Siaga SAR Khusus Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah kerja Kantor SAR Pangkalpinang.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13183</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:25:00 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hilang Saat Memancing, Rusli ditemukan Meninggal Dunia]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/hilang-saat-memancing-rusli-ditemukan-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">BANGKA, 11 Maret 2026 &mdash; Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Rusli (70), nelayan asal Kampung Nelayan 1, Sungailiat, Kabupaten Bangka, resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada Rabu (11/3/2026). Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Tanjung Berikat setelah Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian intensif selama empat hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><br>Korban dilaporkan hilang kontak setelah bertolak memancing dari Dermaga Nelayan 1, Sungailiat, pada Sabtu (7/3/2026) dini hari pukul 03.00 WIB. Kekhawatiran keluarga mulai muncul ketika hingga sore hari korban tidak kunjung tampak kembali ke dermaga seperti kebiasaannya. Stok bahan bakar cadangan yang sangat terbatas &mdash; hanya sekitar lima liter &mdash; menjadi salah satu faktor yang mendorong keluarga untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;"><br>Titik terang diperoleh dari laporan seorang nelayan yang melintas di perairan Tanjung Berikat. Nelayan tersebut mendapati sebuah perahu sampan (kolek) milik korban dalam kondisi terapung tanpa awak. Ia segera menarik perahu itu ke pesisir pantai dan melaporkan temuannya kepada pihak terkait.<br>Sebelumnya, Tim SAR Gabungan memusatkan area pencarian di sekitar perairan Karang Kranas dan Karang Berindu, Sungailiat. Begitu menerima laporan penemuan perahu, tim segera mengalihkan pencarian menuju Tanjung Berikat meski jarak antara lokasi awal kejadian (LKP) dengan lokasi penemuan terbilang cukup jauh.<br>Tidak lama setelah perahu ditemukan, jasad korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi perahu di sekitaran perairan Tanjung Berikat. Proses evakuasi jenazah berlangsung hingga malam hari. Sesampainya di darat, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut, sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga yang berduka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan informasi penemuan tersebut dan menyampaikan duka cita mendalam.<br>&ldquo;Kami mewakili seluruh jajaran dan Tim SAR Gabungan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur potensi SAR mulai dari Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, hingga rekan-rekan nelayan setempat yang telah bekerja keras dan bahu-membahu dalam operasi kemanusiaan ini,&rdquo; ujar Mikel.<br>Mikel juga menegaskan imbauan kepada masyarakat pesisir, terutama para nelayan, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat melaut. Ia meminta agar setiap nelayan memastikan ketersediaan peralatan keselamatan seperti pelampung (life jacket) dan alat komunikasi, serta selalu memantau informasi perkiraan cuaca sebelum berangkat mengingat kondisi perairan yang kerap tidak menentu.<br>Unsur SAR yang Terlibat<br>Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Pangkalpinang sebagai SAR Mission Koordinator, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, serta para nelayan lokal. Dengan telah diserahkannya jasad korban kepada pihak keluarga, operasi SAR gabungan ini resmi dinyatakan selesai.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13182</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:25:06 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Basarnas Babel: Nelayan Hilang di Tanjung Bunga Ditemukan Selamat di Pantai Kedimpel]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/basarnas-babel-nelayan-hilang-di-tanjung-bunga-ditemukan-selamat-di-pantai-kedimpel</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &mdash; Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Abuya (24), nelayan yang dilaporkan hilang kontak (lost contact) di perairan Tanjung Bunga, akhirnya membuahkan hasil. Pada Selasa (10/3/2026) pagi, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di pesisir Pantai Kedimpel.</p>
<p style="text-align: justify;">Penemuan korban bermula saat Tim SAR Gabungan tengah melakukan penyisiran pagi menggunakan perahu karet (rubber boat). Di saat yang bersamaan, pada pukul 07.45 WIB, Komandan Tim SAR yang berada di posko menerima kabar baik dari pihak keluarga. Keluarga menyampaikan bahwa Abuya sudah dapat dihubungi dan saat ini berada di pesisir pantai Dusun Kedimpel.</p>
<p style="text-align: justify;">Diketahui, perahu yang dikemudikan korban terombang-ambing di lautan akibat mati mesin sejak Senin sore. Arus laut kemudian membawa perahu tersebut hingga akhirnya terdampar di pesisir Pantai Kedimpel.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons informasi tersebut, Komandan Tim Basarnas Pangkalpinang, Yurizal, segera bergerak menuju lokasi keberadaan korban menggunakan jalur darat. Setibanya di lokasi, tim langsung mengevakuasi korban menuju Posko SAR Gabungan yang berada di wilayah Pantai Tanjung Gunung.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat dievakuasi, korban dilaporkan dalam kondisi kelelahan dan sedikit linglung pascainsiden yang menimpanya. Setelah kondisinya dipastikan stabil, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa pulang ke kediaman salah satu keluarganya di Kelurahan Air Itam, Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, secara resmi menutup operasi SAR gabungan ini. Seluruh unsur SAR yang terlibat dari berbagai instansi dan masyarakat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13181</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:25:02 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hari Ketiga Pencarian, Tim SAR Gabungan Fokuskan Penyisiran di Area Karang]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/hari-ketiga-pencarian-tim-sar-gabungan-fokuskan-penyisiran-di-area-karang</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA &ndash; Memasuki hari ketiga, Selasa (10/3/2026), operasi pencarian terhadap Rusli (70), nelayan paruh baya yang dilaporkan hilang di perairan Sungailiat, masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Hingga saat ini, keberadaan korban beserta perahu kolek miliknya belum kunjung ditemukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya pencarian secara intensif telah digulirkan sejak hari pertama kejadian. Tim di lapangan tidak hanya melakukan penyisiran di atas permukaan air, tetapi juga aktif berkoordinasi dan membagikan informasi kepada nelayan-nelayan setempat yang melintas di sekitar area pencarian.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menegaskan bahwa timnya terus berupaya maksimal dengan mempersempit area pencarian berdasarkan evaluasi pergerakan arus dan titik terakhir korban diketahui.</p>
<p style="text-align: justify;">"Pada operasi hari ketiga ini, fokus pencarian kami arahkan ke kawasan karang di sekitar lokasi kejadian. Kami mengoptimalkan pengerahan dua unit perahu karet (rubber boat) untuk menyisir area tersebut. Kami juga mengimbau kepada nelayan yang melintas, apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban atau perahunya, agar segera melapor kepada tim kami di lapangan," ungkap Mikel, Selasa (10/3/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi pencarian pada hari ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur potensi SAR, yang terdiri dari, Rescuer Kantor SAR Pangkalpinang, SAR Brimob Kompi C Sungailiat, Ditpolairud Polda Babel, TNI AD, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban dan unsur nelayan serta keluarga korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim SAR Gabungan memastikan akan terus melakukan penyisiran secara optimal dengan harapan korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.</p>
<p style="text-align: justify;">"Kita berharap keberadaan korban beserta perahunya dapat segera ditemukan" harap mikel.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13180</guid>
                <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 00:05:08 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[‎BASARNAS Pangkalpinang Gelar Operasi SAR Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Bunga]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/basarnas-pangkalpinang-gelar-operasi-sar-pencarian-nelayan-hilang-di-perairan-tanjung-bunga</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><br>&lrm;<br>&lrm;PANGKALPINANG &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang atau Basarnas Pangkalpinang mengerahkan tim rescue untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Tanjung Bunga, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Selasa (10/3/2026) dini hari.<br>&lrm;<br>&lrm;Korban diidentifikasi sebagai Abuya (24), warga Petaling, Kabupaten Bangka. Ia dilaporkan hilang setelah perahu yang dikemudikannya mengalami mati mesin dan terbawa arus saat hendak menjemput rekan kerjanya dari Ponton Timah menuju daratan.<br>&lrm;<br>&lrm;Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban berangkat dari Pantai Tanjung Bunga menuju Ponton Timah pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Di tengah perjalanan, mesin perahu yang dikemudikan korban tiba-tiba mati dan perahunya mulai terbawa arus.<br>&lrm;Pada pukul 17.30 WIB, korban sempat menghubungi rekannya dan menyampaikan bahwa dirinya masih berada di atas perahu di sekitar perairan Tanjung Bunga. Kontak terakhir itulah yang menjadi petunjuk awal lokasi korban.<br>&lrm;<br>&lrm;Rekan-rekan korban kemudian melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga Selasa dini hari pukul 00.23 WIB, keberadaan Abuya belum berhasil ditemukan. Keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian ini kepada Basarnas Pangkalpinang untuk meminta bantuan.<br>&lrm;<br>&lrm;Menerima laporan tersebut, Basarnas Pangkalpinang segera membuka operasi SAR Gabungan.Operasi pencarian gabungan saat ini melibatkan unsur SAR dari Kansar Pangkalpinang serta keluarga korban, masyarkat serta nelayan setempat &nbsp;turut membantu penelusuran.<br>&lrm;<br>&lrm;Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika menyampaikan bahwa pencarian yang dilakukan pada malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Jarak pandang (visibility) yang terbatas menjadi faktor penghambat utama jalannya operasi.&nbsp;<br>&lrm;Sejauh ini, korban masih berstatus dalam pencarian (dalam proses/DP). Basarnas Pangkalpinang terus berkoordinasi dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menemukan keberadaan korban sesegera mungkin.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13179</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:51:00 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Nelayan Lanjut Usia Hilang di Perairan Karang Berindu, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian Intensif]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/nelayan-lanjut-usia-hilang-di-perairan-karang-berindu-tim-sar-gabungan-gelar-pencarian-intensif</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">BANGKA (8 Maret 2026) &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan &nbsp;Pangkalpinang resmi menggelar operasi SAR terhadap seorang nelayan paruh baya yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Karang Berindu, Sungailiat. Korban atas nama Rusli (L/70), warga Kampung Nelayan 1, dilaporkan hilang kontak setelah tidak kunjung kembali dari aktivitas memancing pada Sabtu kemarin.</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa bermula pada 7 Maret 2026 pukul 03.00 WIB, saat korban berangkat dari Dermaga Nelayan 1 menggunakan perahu sampan (kolek) menuju perairan Karang Berindu. Berdasarkan keterangan keluarga, korban biasanya sudah merapat kembali ke dermaga pada pukul 12.00 WIB di hari yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekhawatiran muncul ketika hingga sore hari korban tak kunjung terlihat. Seorang saksi yang merupakan tetangga korban sempat melihat perahu Rusli berada di area antara Karang Kranas dan Karang Berindu. Mengetahui hal tersebut, anak korban sempat melakukan upaya pencarian mandiri bersama nelayan setempat, namun hanya menemukan nihil hasil. Mengingat stok bahan bakar cadangan korban hanya tersisa sekitar 5 liter, pihak keluarga memutuskan melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang segera memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian. Setibanya di Pantai Teluk Uber, tim langsung melakukan koordinasi taktis dengan berbagai unsur potensi SAR yang telah bersiaga.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun unsur gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi, Rescuer Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka dan Laskar Sekaban.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan adanya operasi pencarian tersebut. Beliau menegaskan bahwa fokus utama sore ini adalah penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position).<br>"Sore ini pencarian akan difokuskan di sekitar perairan Karang Berindu hingga pukul 17.30 WIB. Kami mengerahkan dua unit perahu karet (rubber boat) milik Basarnas dan Laskar Sekaban untuk menyisir area tersebut. Kami berharap cuaca mendukung agar pencarian berjalan maksimal," ujar Mikel.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya melakukan penyisiran di tengah kondisi perairan Bangka.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13178</guid>
                <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 23:53:47 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Sambut HUT Basarnas ke-54, Kantor SAR Pangkalpinang Gelar Ziarah Makam Pahlawan di TMP Pawitralaya]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/sambut-hut-basarnas-ke54-kantor-sar-pangkalpinang-gelar-ziarah-makam-pahlawan-di-tmp-pawitralaya</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &ndash; Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang jatuh pada Sabtu, 28 Februari 2026 esok, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menggelar upacara dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Pawitralaya, Pangkalpinang, pada hari ini, Jumat (27/2/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ziarah yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini berlangsung dengan sangat khidmat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Bapak Mikel Rachman Junika, bertindak langsung sebagai pimpinan rombongan dalam prosesi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian upacara ziarah difokuskan pada penghormatan murni kepada arwah para pahlawan. Berbeda dengan upacara pada umumnya, prosesi kali ini dilangsungkan tanpa adanya amanat atau sambutan dari pimpinan rombongan. Suasana hening dan sakral sangat terasa saat Kakansar memimpin prosesi penghormatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Puncak acara ditandai dengan peletakan karangan bunga secara langsung oleh Bapak Mikel Rachman Junika di Tugu Makam Pahlawan. Karangan bunga tersebut menjadi simbol penghormatan dan pengingat akan jasa-jasa besar para pahlawan bangsa yang telah gugur.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah upacara peletakan karangan bunga selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan. Penaburan bunga dipimpin oleh Kakansar dan diikuti secara serentak oleh para pejabat struktural beserta seluruh jajaran pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui kegiatan ziarah ini, diharapkan seluruh insan SAR, khususnya di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, dapat meneladani semangat juang dan pengorbanan para pahlawan. Semangat tersebut menjadi landasan penting dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, sejalan dengan bertambahnya usia Basarnas yang kini menginjak 54 tahun dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13177</guid>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:51:05 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Kantor SAR Pangkalpinang Gelar Lomba Dayung Peringati Hut Basarnas ke 54]]></title>
                <link>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-pangkalpinang-gelar-lomba-dayung-peringati-hut-basarnas-ke-54</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &ndash; Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-54 BASARNAS, Kantor SAR Pangkalpinang sukses menyelenggarakan Lomba Dayung Perahu Karet Kakansar Pangkalpinang Cup 2026 di Kolong Rangkui, Jembatan 12, Pangkalpinang, Minggu (15/2/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri peserta dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan, sponsor, dan peserta yang telah berpartisipasi serta mendukung terselenggaranya kegiatan tahunan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Asisten I Bidang Ekonomi yang turut memberikan motivasi kepada para peserta lomba.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat pukul 08.00 WIB, perlombaan dimulai dengan diikuti 16 tim dari berbagai instansi, lembaga, dan elemen masyarakat. Para peserta harus menaklukkan lintasan dayung sepanjang 540 meter yang dibagi ke dalam empat sesi pertandingan, masing-masing mempertemukan empat tim sekaligus.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun peserta yang ambil bagian antara lain unsur TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, perusahaan, serta dua tim internal Basarnas. Seluruh tim menunjukkan kekompakan, kekuatan fisik, dan sportivitas sepanjang perlombaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sorak sorai penonton yang memadati area lomba turut menyemangati para atlet hingga garis akhir. Setelah melalui persaingan ketat, BPBD Kabupaten Bangka Tengah berhasil meraih juara pertama, disusul BPBD Kabupaten Bangka di posisi kedua, dan tim internal Basarnas di peringkat ketiga.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pemenang menerima piala bergilir, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antarinstansi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung dalam mendukung misi kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung kelancaran kegiatan lomba dayung perahu karet ini,&rdquo; ujar Mikel menutup kegiatan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin pangkalpinang <admin.pangkalpinang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://pangkalpinang.basarnas.go.id/13176</guid>
                <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 16:19:21 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
