DITERKAM BUAYA SAAT PINDAHKAN PONTON DI SUNGAI BATURUSA, TIM SAR LAKUKAN PENCARIAN
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang merespons cepat laporan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) terkait hilangnya seorang warga yang diduga kuat diterkam buaya di aliran Sungai Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, pada Senin (20/7/2026).
Korban diketahui bernama Radit, seorang pria yang berdomisili di Desa Tempilang. Kejadian nahas tersebut bermula pada Minggu malam (19/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan kronologi yang didapatkan, korban saat itu sedang melakukan aktivitas pemindahan ponton rajuk tower milik seorang warga di aliran sungai tersebut.
Rekan korban, Jaka, yang saat itu berada di sekitar lokasi menuturkan bahwa Radit tiba-tiba menghilang. Ia hanya mendengar suara riakan air yang keras dari arah sungai. Setelah berupaya melakukan pencarian secara mandiri dan korban tak kunjung ditemukan, kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat dan dilanjutkan ke Basarnas untuk meminta bantuan SAR.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang langsung memberangkatkan satu Tim Rescue dari Kansar Pangkalpinang menuju Last Known Position (LKP) atau lokasi kejadian untuk segera melaksanakan operasi pencarian.
Operasi SAR ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Tim SAR Gabungan. Adapun personel yang terlibat di lapangan terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, personel Polairud, personel BPBD, aparat desa setempat, serta dibantu oleh beberapa masyarakat.
Dantim Basarnas, Supani menjelaskan "Pagi hari ini kita melakukan upaya pencarian terhadap 1 orang pekerja tambang yang semalam hilang diterkam buaya di aliran sungai baturusa saat melakukan aktivitas. Upaya pencarian hari ini kita menurukan 1 buah rubber boat di bantu potensi SAR dan masyarakat juga untuk melakukan penyisiran di sekitaran LKP dan sepanjang sungai. Semoga upaya pencarian dapat dengan segera membuahkan hasil" jelas Supani.
Basarnas mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, khususnya yang rawan akan kehadiran hewan buas, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.