Operasi SAR Resmi Ditutup, Tiga ABK KM Sebanyak Berhasil Dievakuasi Selamat di Perairan Bebuar
BANGKA TENGAH, BASARNAS — Operasi SAR terhadap Kecelakaan Kapal KM Sebanyak yang mengalami mati mesin di Perairan Bebuar, Kabupaten Bangka Tengah, resmi ditutup pada Kamis (11/06/2026) dini hari. Tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) yang sempat terombang-ambing berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat dan sehat.
Pencarian intensif yang dilakukan sejak Rabu (10/06) malam membuahkan hasil saat Tim SAR Gabungan yang bertolak menggunakan kapal nelayan tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) pada pukul 23.50 WIB. Hanya berselang dua menit setelah tiba, tepatnya pada pukul 23.52 WIB, tim berhasil mendeteksi keberadaan KM Sebanyak yang tengah berada dalam posisi lego jangkar di tengah laut.
Setelah memastikan seluruh ABK yang berjumlah tiga orang dalam kondisi sehat, Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. Kapal kayu tersebut kemudian ditarik (towing) secara perlahan menuju Pelabuhan Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah.
Proses penarikan kapal memakan waktu sekitar kurang lebih tiga jam. Pada Kamis (11/06) dini hari pukul 02.35 WIB, rombongan tim evakuasi bersama KM Sebanyak akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Batu Belubang. Ketiga ABK yang berhasil diselamatkan langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga yang telah menunggu di pelabuhan.
Pelaksanaan operasi penyelamatan pada malam hari ini sempat menghadapi faktor penghambat berupa jarak pandang yang terbatas (visibility terbatas). Kendati demikian, kondisi cuaca di lapangan terpantau cukup mendukung dengan langit berawan, kecepatan angin 10 knots dari arah Barat, serta ketinggian gelombang laut berkisar antara 0,8 hingga 1 meter.
Menyikapi insiden ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, memberikan imbauan tegas kepada seluruh nelayan dan pelaku aktivitas di laut agar selalu mengutamakan keselamatan sebelum mengarungi perairan. Beliau menekankan pentingnya melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelaikan mesin kapal, kesiapan bahan bakar cadangan, serta memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket dan alat komunikasi yang memadai di atas kapal. Mengingat kondisi cuaca di laut yang sering kali tidak menentu, para nelayan juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan segera menghubungi Call Center Basarnas di nomor 115 jika menghadapi situasi darurat.