Tim SAR Gabungan Evakuasi Kapal Penarik Ponton yang Mati Mesin di Perairan Tanjung Genting
Bangka Barat, 01 November 2025. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu unit kapal penarik ponton yang mati mesin dan sempat hilang kontak di perairan Tanjung Genting, Bangka Barat, pada Jumat, 01 November 2025. Korban atas nama La Cipi (43), nakhoda sekaligus pemilik kapal, ditemukan dalam kondisi selamat.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang menerima laporan tentang insiden tersebut pada sabtu pagi, setelah keluarga korban kehilangan kontak dan gagal melakukan pencarian sendiri. La Cipi, warga Desa Penganak, sebelumnya berangkat pada Kamis (30/10/2025) pukul 10.00 WIB dari Pelabuhan Penganak menuju Pantai Keranggan untuk menarik ponton timah.
Kapal nelayan yang dinakhodai La Cipi mengalami masalah mesin saat hendak kembali ke Pelabuhan Penganak. Pada kamis (30/10/2025) pukul 22.00 WIB, korban sempat menghubungi keluarganya untuk mengabarkan kerusakan mesin. Pihak keluarga tidak dapat langsung memberikan pertolongan karena kondisi dermaga sedang surut.
Keesokan harinya, Jum'at (31/10/2025) pukul 09.00 WIB, keluarga korban berangkat mencari di lokasi yang diinformasikan, namun tidak menemukan keberadaan kapal. Upaya pencarian terus dilakukan hingga Sabtu (1/11/2025) pukul 07.00 WIB tanpa hasil. Mengetahui hal ini, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, segera memberangkatkan satu tim *rescue* dari Unit Siaga SAR (USS) Mentok.
"Kami merespons cepat laporan dari masyarakat yang mengabarkan bahwa keluarganya mengalami _lost contact_ dan mati mesin di perairan Tanjung Genting," jelas I Made Oka Astawa.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer USS Mentok, Ditpolairud Polda Babel, BPBD Bangka Barat, dan nelayan setempat berangkat menuju lokasi dengan menggunakan *Rigid Inflatable Boat* (RIB) milik Basarnas.
Saat tim masih dalam proses pencarian, pihak keluarga menginformasikan bahwa kapal korban telah dilihat dan ditarik oleh nelayan lain yang kebetulan melintas. Nelayan tersebut menarik kapal korban menuju pantai terdekat, tempat posko Tim SAR didirikan.
Tim SAR segera bergerak cepat menuju posisi penemuan dan berhasil menemui kapal korban pada jarak 38 *Nautical Mile* dari lokasi kejadian awal (LKP).
"Alhamdulillah korban dalam keadaan selamat. Kemudian kita mengawal dan mengamankan korban hingga ke darat. Atas berhasilnya ditemukan korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup," pungkas Oka.