TIM SAR GABUNGAN LAKUKAN MEDEVAC TERHADAP ABK KAPAL TANKER MT ALEJANDRO DI ALUR PELAYARAN PANGKALBALAM.
PANGKALPINANG, 14 JULI 2026 – Kantor pencarian dan pertolongan pangkalpinang menerima informasi permintaan medis evakuasi dari salah satu Abk kapal Tanker MT Alejandro yang berada di alur pelayaran pelabuhan pangkalbalam.
Korban bernama Syahrul Achmad, pemuda berusia 22 tahun, dilaporkan mengalami nyeri dada sebelah kanan disertai sesak napas yang parah saat kapal sedang berada di area on board alur pelayaran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa informasi mengenai kondisi darurat medis (Medevac) ini pertama kali diterima oleh Kansar Pangkalpinang pada pukul 15.33 WIB dari Hamdan, perwakilan agen kapal MT Alejandro.
"Berdasarkan laporan kronologi awal, kapal tanker MT Alejandro sedianya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Uban pada tanggal 8 Juli 2026 dan dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam pada Selasa sore pukul 18.30 WIB. Namun, akibat kondisi air laut yang sedang surut, kapal tertahan dan tidak dapat memasuki alur pelayaran. Di saat bersamaan, salah satu ABK mengalami sesak napas akut sehingga rekan korban segera menghubungi pihak kami untuk meminta bantuan SAR," ujar Mikel.
Merespons laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang langsung menggerakkan Tim Rescue pada pukul 15.51 WIB menuju Pelabuhan Pangkalbalam. Setibanya di sana, tim penyelamat langsung berkoordinasi dan bergerak bersama unsur gabungan dari Ditpolairud Polda Babel, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Pangkalpinang, dan KSOP Pangkalbalam menggunakan KP 3001 Satam milik Ditpolairud.
Meskipun dihadapkan dengan kondisi cuaca berawan serta hembusan angin tenggara berkecepatan 13 knots dan tinggi gelombang mencapai 0,7 meter, Tim SAR Gabungan berhasil merapat di lambung kapal MT Alejandro pada pukul 17.46 WIB. Tim medis dari BKK Pangkalpinang langsung melakukan pemeriksaan awal di atas kapal guna memastikan kondisi korban stabil sebelum dipindahkan.
Proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar. Pada pukul 18.14 WIB, korban berhasil dipindahkan ke kapal rescue dan dibawa menuju Dermaga Polairud. Tim SAR Gabungan tiba di pelabuhan pada pukul 18.51 WIB, di mana mobil ambulans telah bersiap untuk langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang demi mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Setelah seluruh proses evakuasi dipastikan selesai dan korban telah ditangani pihak rumah sakit, unsur SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 19.02 WIB. Operasi SAR Medevac ini secara resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh personel serta alut yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Keberhasilan operasi penyelamatan yang cepat dan responsif ini didukung oleh sinergi yang solid dari berbagai unsur yang terlibat, antara lain 4 personel Rescue Kansar Pangkalpinang, 4 personel Ditpolairud Polda Babel, 4 personel BKK Pangkalpinang, 2 personel KSOP Pangkalbalam, serta 1 orang agen kapal. Operasi ini ditunjang dengan pemanfaatan teknologi komunikasi satelit Starlink untuk memastikan koordinasi tanpa hambatan di laut.