Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Sesak Napas di Bukit Kejora.

 

​BANGKA TENGAH – Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi kejadian yang menimpa seorang pendaki yang mengalami kondisi membahayakan manusia, yakni pusing dan sesak napas di puncak Bukit Kejora, Desa Beluluk, Kabupaten Bangka Tengah, pada Kamis (10/9/2026) malam.

​Korban diketahui bernama Indra (30), seorang warga Pangkalpinang. Kejadian bermula saat korban melakukan pendakian menuju puncak Bukit Kejora sejak pukul 16.00 WIB. Setibanya di kawasan puncak, korban mendadak mengalami keluhan fisik pusing hebat hingga sesak napas. Dalam kondisi darurat tersebut, korban berinisiatif menghubungi Kansar Pangkalpinang pada pukul 18.03 WIB untuk meminta bantuan evakuasi.

​Merespons laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang langsung bergerak cepat mengerahkan Tim Rescue menuju Last Known Position (LKP) pada pukul 18.18 WIB dengan membawa peralatan medis serta perlengkapan mountaineering.

​Tiba di lokasi pada pukul 18.45 WIB, Tim Rescue yang beranggota 5 orang personil bersama 2 orang pengelola Bukit Kejora langsung bergerak melakukan tindakan evakuasi di bawah kondisi cuaca berawan. Berkat aksi cepat, korban berhasil dievakuasi turun dalam keadaan selamat pada pukul 19.20 WIB dan langsung diantarkan menuju rumah kediamannya di Pangkalpinang.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan: 
​"Operasi SAR ini berjalan dengan lancar dan terukur. Berkat prinsip Quick Action serta koordinasi yang solid antara Tim Rescuer Kansar Pangkalpinang dan pihak pengelola Bukit Kejora, korban yang mengalami gangguan kesehatan di puncak dapat dengan cepat ditangani dan dievakuasi dalam keadaan selamat," ujar Mikel Rachman Junika.

​​Menyikapi kejadian imi, beliau juga memberikan imbauan penting bagi masyarakat luas, khususnya para pecinta alam dan aktivitas pendakian di wilayah Bangka Belitung.

​"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun komunitas pendaki untuk senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Pastikan kondisi fisik dan kesehatan betul-betul dalam keadaan prima sebelum mendaki. Jangan memaksakan diri jika merasa kurang fit, serta selalu bawa perlengkapan medis pribadi dan alat komunikasi yang memadai," tegas Mikel.
​"Jika menghadapi atau melihat kondisi darurat yang membahayakan jiwa manusia, segera hubungi BASARNAS melalui Call Center 115 atau kontak Kansar Pangkalpinang agar tindakan pertolongan dapat segera dilakukan," pungkasnya.

​Setelah memastikan korban dalam kondisi aman di rumahnya, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 19.30 WIB. Dengan demikian, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.